Show simple item record

dc.contributor.advisorSoviana, Susi
dc.contributor.advisorHadi, Upik Kesumawati
dc.contributor.authorSinulingga, Juda Bright
dc.date.accessioned2021-03-09T13:11:28Z
dc.date.available2021-03-09T13:11:28Z
dc.date.issued2021-02-17
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/106211
dc.description.abstractInfestasi lipas dapat menimbulkan masalah kesehatan karena peran lipas sebagai serangga pengganggu dan vektor penularan penyakit. Lipas juga menimbulkan ketidaknyamanan, mengontaminasi bahan pangan dan peralatan. Rumah sakit (RS) merupakan tempat dengan tingkat toleransi yang rendah terhadap gangguan kesehatan salah satunya dengan penerapan sistem biosekuriti yang ketat terhadap masuknya agen penyakit termasuk mencegah infestasi lipas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keragaman jenis, kepadatan dan tingkat infestasi lipas (prevalensi) serta hubungannya dengan pelaksanaan biosekuriti di beberapa rumah sakit. Penelitian dilaksanakan pada November 2019 hingga Februari 2020 di lima rumah sakit di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Pengumpulan lipas dilakukan pada malam hari pukul 18.00 WIB, dalam waktu 3 bulan sebanyak 6 kali. Metode pengumpulan sampel lipas dilakukan secara manual (flushing) dan perangkap (trapping). Titik pengumpulan lipas sebanyak 10 lokasi pada setiap RS. Lipas yang tertangkap dipreservasi dengan cara kering (pinning) untuk diidentifikasi dan dihitung jumlahnya. Total lipas yang ditemukan yaitu 1 041 lipas yang terdiri atas Periplaneta americana (65%) dan Blattella germanica (35%). Distribusi paling banyak ditemukan lipas terdapat pada saluran limbah dan paling sedikit pada gudang farmasi. Derajat infestasi P. americana kategori tinggi terdapat di RS I dan kategori sedang di RS lainnya. Derajat infestasi B. germanica kategori sedang terdapat pada RS II dan RS IV dan kategori rendah di RS I, RS III dan RS V. Analisis derajat infestasi lipas terhadap variabel biosekuriti menunjukan terdapatnya hubungan dengan katagori sangat kuat dengan biosekuriti lingkungan (r=-0.800), biosekuriti personal kategori kuat (r=-0.600) dan biosekuriti tempat kerja kategori lemah (r=-0.316). Arah hubungan variabel biosekuriti dengan infestasi lipas di rumah sakit bernilai negatif artinya semakin baik pelaksanaan biosekuriti akan menurunkan tingkat infestasi lipas di area rumah sakit. Tingginya infestasi lipas yang berperan sebagai vektor penyakit, memerlukan tindakan pengendalian terpadu dan berkelanjutan untuk mengurangi populasi lipas di area RSid
dc.description.sponsorshipBPPMSDK KEMENKESid
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleInfestasi Lipas (Insecta: Dictyoptera) dan Keterkaitannya dengan Pelaksanaan Biosekuriti pada Rumah Sakit di Kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengahid
dc.title.alternativeThe Infestation of Cockroach (Insecta: Dictyoptera) and Its Relation to Biosecurity Measures In Hospitals at Palangka Raya City Central Kalimantan.id
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordbiosecurityid
dc.subject.keywordcockroachesid
dc.subject.keywordinfestationid
dc.subject.keywordhospitalsid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record