Show simple item record

dc.contributor.advisorMadduppa, Hawis H.
dc.contributor.advisorSuharsono
dc.contributor.authorHulwani, Fildzah Zati
dc.date.accessioned2021-03-04T01:21:17Z
dc.date.available2021-03-04T01:21:17Z
dc.date.issued2020
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/106166
dc.description.abstractKarang pembentuk terumbu adalah organisme laut yang sering dimanfaatkan sebagai karang hias akuarium. Galaxea fascicularis merupakan salah satu target karang hias yang memiliki status Near threatened dalam International Union for Conservation of Nature (IUCN). Status G. Fascicularis merupakan pengaruh dari penambangan karang dan juga akibat penggunaannya sebagai karang hias. Kegiatan ini berpotensi menurunkan populasi spesies dan menurunkan keragaman genetiknya, namun hanya sedikit penelitian yang meneliti masalah tersebut secara rinci. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis keanekaragaman genetik dan struktur populasi Galaxea fascicularis di Pulau Lombok. Pengumpulan sampel dilakukan di tiga lokasi: Gita Nada, Gili Sulat Lawang dan Mentigi. Hasil analisis morfologi dan morfometri menggunakan empat uji statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada morfologi karang antar lokasi. Dendogram menunjukkan bahwa karang G. fascicularis memiliki kekerabatan yang dekat karena tidak terbentuknya kelompok satu populasi. Analisis dari Deoxyribonucleic (DNA) nukleotida ITS2 menghasilkan 753 pasangan basa dengan 46 haplotipe dari 49 sampel. Nilai keanekaragaman haplotipe berkisar antara 0,991-1, dan keanekaragaman nukleotida berkisar antara 0,135-0,287 yang menunjukkan bahwa keanekaragaman genetik dari semua populasi tergolong tinggi. Analisis AMOVA menunjukkan bahwa 94,71% sumber keanekaragaman berada di dalam populasi, yang berarti tingkat hibridisasi dalam populasi tersebut tinggi. Struktur populasi G. fascicularis di Lombok menunjukkan bahwa spesies masih berasal dari satu stok populasi, hal ini ditunjukkan dengan rendahnya nilai FST, yaitu sebesar 0.053 yang menandakan bahwa belum terdapat pemisahan genetik antar populasi. Nilai jarak genetik juga masuk dalam kategori sedang yang menandakan bahwa antar populasi memiliki kekerabatan yang dekat. Populasi Gita Nada dan Gili Sulat Lawang memiliki hubungan kekerabatan yang paling dekat dengan nilai jarak genetik sebesar 0.254. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keanekaragaman genetik G. fascicularis di Lombok sangat tinggi dengan struktur populasi yang saling terhubung dan berasal dari satu stok populasi.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleKeragaman genetik dan Struktur Populasi Karang Galaxea fascicularis (Linnaeus 1767) di Perairan Lombok, Nusa Tenggara Barat.id
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordGalaxea fascicularisid
dc.subject.keywordLombokid
dc.subject.keywordgenetic diversityid
dc.subject.keywordpopulation structureid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record