| dc.description.abstract | Masalah umum yang dihadapi banyak negara seperti negara Indonesia
adalah masalah kemiskinan dan pengangguran. Kedua masalah tersebut saling
berkaitan yang tidak akan terpisahkan selama salah satu dari masalah tersebut
belum terselesaikan. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah
penduduk miskin pada tahun 2005 mencapai 30,88 persen atau mencapai 35,1 juta
jiwa dan jumlah pengangguran sebanyak 11,19 juta jiwa, merupakan masalah
yang harus diselesaikan. Sejak terjadinya krisis ekonomi pada tahun 1997,
pertumbuhan ekonomi mengalami penurunan dan laju inflasi meningkat pesat
yang berakibat pada penurunan taraf hidup rakyat Indonesia yang merosot tajam
dan berdampak pada peningkatan jumlah penduduk miskin. Iklim investasi yang
baik merupakan salah satu faktor utama sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi
dan mengurangi tingkat kemiskinan. Iklim investasi yang baik akan mendorong
terjadinya pertumbuhan melalui peningkatan investasi. Iklim investasi adalah
suatu kumpulan faktor-faktor lokasi tertentu yang membentuk kesempatan dan
dorongan bagi badan usaha untuk melakukan investasi secara produktif,
menciptakan pekerjaan dan perkembangan kegiatan usaha.
Iklim investasi yang baik merupakan iklim investasi yang mampu
memberikan manfaat kepada masyarakat secara keseluruhan, tidak hanya bagi
badan usaha saja. Peningkatan iklim investasi adalah daya penggerak bagi
pertumbuhan perekonomian suatu negara. Penelitian ini selanjutnya akan
melakukan analisis statistik terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi iklim
investasi. Pengolahan data dilakukan dengan regresi linear berganda
menggunakan metode estimasi kuadrat terkecil atau Ordinary Least Square (OLS)
yaitu dengan menggunakan program Minitab 13 dan Microsoft Excel dengan data
cross section tahun 2002 | |