Show simple item record

dc.contributor.advisorIstiqomah, Asti
dc.contributor.authorDwisela, Helena Safira
dc.date.accessioned2021-02-06T08:24:16Z
dc.date.available2021-02-06T08:24:16Z
dc.date.issued2020
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/105753
dc.description.abstractDesa Ledok, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wana Amerta adalah salah satu desa di kawasan Kesatuan Pangkuan Hutan (KPH) Cepu yang menerapkan Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat. LMDH Wana Amerta berdiri sejak tahun 2002 dimana masyarakat diberikan hak untuk memanfaatkan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) dan lahan untuk pertanian tumpang sari. Sejak tahun 2016, PHBM LMDH Wana Amerta mengembangkan pemanfaatan jasa lingkungan wisata alam Kedungpupur. Namun pengelolaan wisata tersebut belum optimal dikarenakan akses, fasilitas dan atraksi yang masih terbatas. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi sistem pengelolaan, menganalisis persepsi masyarakat, mengestimasi manfaat ekonomi dari adanya program PHBM LMDH Wana Amerta dan menganalisis potensi pengembangan pemanfaatan jasa lingkungan wisata Kedungpupur di LMDH Wana Amerta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, analisis pendapatan dan Contingent Valuation Method. Hasil penelitian menunjukan sistem Pengelolaan PHBM di Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Ledok melibatkan LMDH Wana Amerta dengan sistem bagi hasil. Besaran bagi hasil bervariasi tergantung jenis pemanfaatannya dimana kesepakatan tersebut termuat dalam Naskah Kesepakatan Kerjasama. Analisis persepsi menunjukan bahwa mayoritas masyarakat setuju bahwa PHBMtelahmemberikan manfaat bagi masyarakat dari aspek ekonomi, sosial dan lingkungan. Estimasi total manfaat ekonomi dari adanya PHBM adalah sebesar Rp12.907.551.780/tahun dimana manfaat terbesar (99,51%) diperoleh dari HHBK, sisanya diperoleh dari jasa wisata. Nilai manfaat PHBM secara keseluruhan mampu memenuhi 70,72% kebutuhan pengeluaran rumah tangga, nilai tersebut menunjukan manfaat PHBM yang diperoleh masyarakat saat ini belum mampu menutupi seluruh pengeluaran rumah tangga. Pemanfaatan jasa wisata alam memiliki prospek untuk dikembangkan untuk meningkatkan PHBM, sebanyak 40,63% wisatawan bersedia membayar lebih apabila ada peningkatan fasilitas dan atraksi wisata. Bila fasilitas ditingkatkan dan atraksi spot foto dan outbound disediakan maka tarif wisata dapat dinaikan dari Rp5.000 menjadi Rp26.563.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB universityid
dc.titleManfaat Ekonomi Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) dan Potensi Pengembangan Jasa Lingkungan Wisata Alam (Studi Kasus : Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wana Amerta, KPH Cepu)id
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordenvironmental servicesid
dc.subject.keywordeconomic benefitsid
dc.subject.keywordPHBM, likert scaleid
dc.subject.keywordwillingness to payid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record