| dc.description.abstract | Perkembangan teknologi komunikasi yang begitu pesat menghasilkan
banyak media komunikasi yang dapat digunakan untuk mendiseminasikan
informasi. Salah satu media komunikasi yang dapat digunakan adalah media sosial.
Media sosial merupakan salah satu bentuk pemanfaatan teknologi komunikasi
dalam menyebarluaskan informasi pertanian. Penyuluh sebagai agen perubahan
sekaligus diseminator informasi pertanian dituntut mampu memanfaatkan
perkembangan teknologi komunikasi dalam melaksanakan tugas dan fungsinya.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan media sosial,
menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat pemanfaatan media
sosial, serta menganalisis pengelolaan informasi pertanian dan hubungannya
dengan tingkat pemanfaatan media sosial oleh penyuluh pertanian.
Penelitian ini didesain dengan pendekatan deskriptif korelasional
menggunakan data kuantitatif dan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan selama
bulan Februari sampai dengan Maret 2020. Responden penelitian adalah penyuluh
pertanian yang memanfaatkan media sosial dan bertugas di Kabupaten Minahasa
Provinsi Sulawesi Utara, diambil secara sensus sebanyak 125 orang. Data
dikumpulkan dengan observasi, mengajukan kuesioner dan teknik wawancara.
Analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis uji korelasi rank
Spearman dengan aplikasi SPSS versi 19.
Tingkat pemanfaatan media sosial oleh penyuluh diukur dari frekuensi dan
durasi pemanfaatan media sosial. Pemanfaatan media sosial oleh penyuluh
tergolong tinggi pada media sosial Facebook dan WhatsApp yaitu lebih dari separuh
penyuluh memanfaatkannya lebih dari lima kali dalam seminggu. Pemanfaatan
media sosial Youtube tergolong sedang yaitu antara tiga sampai lima kali dalam
seminggu. Pemanfaatan media sosial Instagram tergolong rendah yaitu kurang dari
tiga kali dalam seminggu. Sebagian besar penyuluh pertanian mengakses masingmasing
media sosial Facebook, Youtube, WhatsApp atau Instagram kurang dari tiga
jam dalam sehari. Faktor-faktor yang memiliki hubungan nyata dengan
pemanfaatan media sosial adalah karakteristik penyuluh berupa tingkat pendidikan
dan ketersediaan alat teknologi komunikasi, persepsi penyuluh terhadap
kemudahan mengakses informasi melalui media sosial, kebutuhan informasi
penyuluh tentang iklim dan permodalan serta motivasi penyuluh dalam rangka
meningkatkan pengetahuan dan wawasan. Pengelolaan informasi oleh penyuluh
pertanian berupa disimpan untuk dimanfaatkan pribadi, dibagikan ke sesama
penyuluh sebagai bahan diskusi dan disebarkan ke petani sebagai materi
penyuluhan. Hampir semua penyuluh mengelola informasi yang diperoleh dari
media sosial untuk disebarkan kepada petani. | id |