| dc.description.abstract | Merkuri (Hg) merupakan salah satu logam berat dengan toksisitas tinggi
yang dapat dideteksi melalui metode spektrofluorometri menggunakan
nanomaterial berfluoresens, seperti karbon dot (C-dots). Permukaan C-dots dapat
dimodifikasi dengan menggunakan bahan dasar yang mengandung nitrogen dan
sulfur seperti kulit jengkol untuk meningkatkan sifat fotofisik dan kinerja
deteksinya. Penelitian ini bertujuan menyintesis C-dots dari limbah kulit jengkol
menggunakan metode hidrotermal dengan hidrolisis dan tanpa hidrolisis
kemudian membandingkan pendarannya dengan C-dots dari biji jengkol, serta
menganalisis sifat pendaran dan interaksinya terhadap Hg2+ melalui kajian pustaka.
Rendemen C-dots kulit jengkol dari hasil hidrolisis dan tanpa hidrolisis berturutturut
adalah 25% dan 6.4%. Fluoresensi yang dihasilkan oleh C-dots biji jengkol
terlihat lebih terang dibandingkan dengan C-dots kulit. Peningkatan fluoresensi
dipengaruhi oleh keberadaan atom nitrogen dan sulfur pada permukaan C-dots.
Berdasarkan kajian pustaka, C-dots yang pada permukaannya terdapat atom sulfur
dan nitrogen memiliki quantum yields (QY) yang tinggi dan dapat digunakan
untuk mendeteksi logam Hg2+. | id |