Show simple item record

dc.contributor.advisorLontoh, Adolf Pieter
dc.contributor.advisorZaman, Sofyan
dc.contributor.authorAmani, Sharfina Zata
dc.date.accessioned2020-12-24T01:14:11Z
dc.date.available2020-12-24T01:14:11Z
dc.date.issued2020
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/104648
dc.description.abstractKegiatan magang bertujuan mempelajari aspek teknis dan aspek manajerial tanaman kopi, serta aspek khusus yaitu mempelajari hubungan intensitas cahaya dengan populasi tanaman penaung tetap, produktivitas kopi dan persentase slagging factor (gugur bunga dan buah). Kegiatan magang telah dilaksanakan di Kebun Bangelan, PT Perkebunan Nusantara XII, Malang, Jawa Timur pada bulan Januari sampai bulan April 2020. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan magang yaitu melakukan pekerjaan secara langsung serta mengumpulkan data primer dan sekunder. Tanaman penaung tetap yang digunakan di Kebun bangelan yaitu tanaman lamtoro (Leucaena leucocephala Benth) dan tanaman rete (Senna siamea) dengan rata-rata populasi yaitu 722 tanaman ha-1. Pemeliharaan tanaman penaung terdiri atas tokok (pemenggalan batang) yang dilakukan pada saat awal musim hujan dan rempes (pemotongan cabang) yang dilakukan saat akhir musim hujan. Penaung kopi yang baik adalah penaung dengan intensitas sedang (naungan 50-60%) sehingga dapat mengoptimalkan intensitas cahaya untuk pertumbuhan kopi. Jumlah tanaman sampel yang diamati untuk intensitas cahaya, produksi dan persentase slagging factor berjumlah 45 tanaman yang tersebar pada 3 blok. Setiap blok memiliki 3 titik pengamatan dengan taraf intensitas cahaya berbeda, yaitu intensitas ringan, sedang dan berat. Hasil uji korelasi antara intensitas cahaya dengan produksi dan produktivitas kopi menunjukkan bahwa semakin tinggi intensitas matahari yang diterima oleh tanaman kopi, maka semakin rendah produktivitas yang dapat dihasilkan. Hasil uji korelasi antara persentase slagging factor dengan intensitas cahaya menunjukkan bahwa semakin tinggi intensitas cahaya matahari yang diterima tanaman kopi, semakin tinggi nilai slagging factor. Hasil uji korelasi antara persentase slagging factor dengan produktivitas menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat slagging factor, maka produktivitas kopi semakin rendah.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcAgronomy and Horticultureid
dc.titlePengelolaan Tanaman Penaung Kopi Robusta (Coffea canephora Pierre Ex. A Froehner) di Kebun Bangelan, PT Perkebunan Nusantara XII, Malang, Jawa Timur.id
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordintensitas cahayaid
dc.subject.keywordkopi, penaungid
dc.subject.keywordproduksiid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record