Show simple item record

dc.contributor.advisorPradono, Dyah Iswantini
dc.contributor.advisorNurhidayat, Novik
dc.contributor.authorGunarta, Kevin
dc.date.accessioned2020-12-24T00:14:32Z
dc.date.available2020-12-24T00:14:32Z
dc.date.issued2020
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/104400
dc.description.abstractFenol merupakan salah satu limbah berbahaya yang banyak dihasilkan dari berbagai aktivitas industri seperti industri tekstil, minyak bumi, farmasi, pestisida, dan plastik. Standar ambang batas fenol pada air minum adalah 0.002 ppm dan pada lingkungan perairan adalah 0.5-1 ppm. Metode alternatif yang dapat digunakan untuk mendeteksi fenol adalah menggunakan metode biosensor. Biosensor merupakan perangkat analisis yang mengintegrasikan biokomponen dengan transduser yang dapat mengubah sinyal hayati menjadi sinyal yang terukur. Penelitian ini bertujuan untuk membuat biosensor elektrokimia berbasis biofilm dari Bacillus licheniformis dengan menggunakan screen printed carbon electrode (SPCE) dan melakukan validasi kinerja biosensor tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai koefisien determinasi yang diperoleh pada penelitian ini adalah 0.7287, sensitivitas 0.0089 mA ppm-1, dan presisi sebesar 1.2607 %SBR. Biosensor fenol berbasis biofilm Bacillus licheniformis memiliki presisi yang baik ditandai dengan nilai simpangan baku relatif yang rendah.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcChemistryid
dc.titleBiosensor Elektrokimia Berbasis Biofilm Bacillus licheniformis untuk Mendeteksi Senyawa Fenolid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordBacillus licheniformisid
dc.subject.keywordbiofilmid
dc.subject.keywordbiosensorid
dc.subject.keywordfenolid
dc.subject.keywordSPCEid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record