Pengaruh Perbedaan Media Tanam dan Penambahan Mulsa terhadap Pertumbuhan Antigonon leptopus
Abstract
Penanaman Antigonon leptopus di perkebunan kelapa sawit merupakan
salah satu langkah untuk menangani serangan ulat api yang menyerang daun
kelapa sawit. Kegiatan tersebut harus memperhatikan faktor-faktor penunjang
untuk pembudidayaannya seperti benih yang digunakan, media yang dipakai dan
pemeliharaan yang tepat. Media tanam yang sering digunakan adalah tanah, pasir,
kompos, pupuk kandang, dan arang sekam. Selain media, penggunaan mulsa juga
dapat membantu mengoptimalkan pertumbuhan tanaman. Penggunaan media yang
sesuai dapat menstimulus pertumbuhan tanaman Antigonon leptopus. Tujuan dari
penelitian ini yaitu untuk menilai pertumbuhan A.leptopus pada berbagai media
tanam dan penambahan mulsa. Penelitian ini menggunakan rancangan acak
lengkap (RAL). Media yang digunakan yaitu T0, T1, T2, T3, dan T4 serta mulsa
M0, dan M1. Parameter yang diamati meliputi panjang sulur, jumlah anak daun,
berat kering total, berat kering akar, rasio pucuk akar, jumlah bunga, dan jumlah
tanaman berbunga. Efektivitas tertinggi terdapat pada perlakuan T1M1( tanah :
pasir : pupuk kandang 2:1:1 v/v) dengan penambahan mulsa jagung).
