| dc.description.abstract | Banteng (Bos javanicus d'Alton) merupakan salah satu jenis satwa liar berkuku genap dan termasuk golongan ruminansia besar. Satwa liar ini mempunyai peranan yang penting dalam kehidupan manusia sejak tahun 1 000 sebelum Masehi, sebagai sumber protein, bahan peralatan, kepercayaan, dan alat penutup tubuh. Dalam perkembangan pertanian selanjutnya, banteng banyak dipelihara penduduk sebagai ternak (sapi Bali). Selain itu, banteng-banteng liar banyak diburu baik untuk kesenangan (olah raga berburu) ataupun untuk diambil daging, kulit dan tanduknya. Ruang gerak (habitat) banteng pun semakin terdesak dengan adanya perkembangan populasi manusia yang terus meningkat. Hoogerwerf (1970) menduga populasi banteng di Pulau Jawa dalam tahun 1940 ada 2 000 ekor, dan saat ini hanya tinggal kurang dari 1 000 ekor.Di Indonesia, banteng saat ini secara alam masih terdapat di dalam kawasan Suaka Alam Pulau Jawa, Bali, dan Pulau Kalimantan. Kawasan-kawasan Suaka Alam ini terkurung oleh aktivitas ataupun pemukiman manusia, dan saat ini sering timbul permasalahan yang diakibatkan oleh karena banteng keluar dari kawasan Suaka Alam dan merusak tanaman penduduk di sekitarnya. Dengan demikian pada permasalahan pelestarian banteng selanjutnya bukan hanya dituntut untuk melindungi banteng baik di dalam maupun di luar kawasan Suaka Alam dari segala macam gangguan, tetapi juga diperlukan usaha pencegahan ataupun penanggulangan masalah banteng yang sering mengganggu tanaman penduduk di sekitar kawasan Suaka Alam. ... | |