IPB University Logo

SCIENTIFIC REPOSITORY

IPB University Scientific Repository collects, disseminates, and provides persistent and reliable access to the research and scholarship of faculty, staff, and students at IPB University

AI Repository
 
Building and Categories


      View Item 
      •   IPB Repository
      • Final Assignments
      • Doctoral Final Assignments
      • DF - Multidiciplinary Program
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Final Assignments
      • Doctoral Final Assignments
      • DF - Multidiciplinary Program
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Ekologi Banteng (Bos Javanicus d'Alton) di Taman Nasional Ujung Kulon

      Thumbnail
      View/Open
      Abstract (1.753Mb)
      Full Text (25.86Mb)
      Full Text (11.97Mb)
      Abstract (702.6Kb)
      Bab I (444.0Kb)
      Bab II (1.190Mb)
      Bab III (525.3Kb)
      Bab IV (641.5Kb)
      Cover (715.1Kb)
      Daftar Pustaka (1.304Mb)
      Penutup (390.5Kb)
      Date
      1983
      Author
      Alikodra, Hadi Sukadi
      Sastrapraoja, Djokowoerjo
      Soerianegara, Ishemat
      Tarumingkeng, Rudi
      Js, Herman Haeruman
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Banteng (Bos javanicus d'Alton) merupakan salah satu jenis satwa liar berkuku genap dan termasuk golongan ruminansia besar. Satwa liar ini mempunyai peranan yang penting dalam kehidupan manusia sejak tahun 1 000 sebelum Masehi, sebagai sumber protein, bahan peralatan, kepercayaan, dan alat penutup tubuh. Dalam perkembangan pertanian selanjutnya, banteng banyak dipelihara penduduk sebagai ternak (sapi Bali). Selain itu, banteng-banteng liar banyak diburu baik untuk kesenangan (olah raga berburu) ataupun untuk diambil daging, kulit dan tanduknya. Ruang gerak (habitat) banteng pun semakin terdesak dengan adanya perkembangan populasi manusia yang terus meningkat. Hoogerwerf (1970) menduga populasi banteng di Pulau Jawa dalam tahun 1940 ada 2 000 ekor, dan saat ini hanya tinggal kurang dari 1 000 ekor.Di Indonesia, banteng saat ini secara alam masih terdapat di dalam kawasan Suaka Alam Pulau Jawa, Bali, dan Pulau Kalimantan. Kawasan-kawasan Suaka Alam ini terkurung oleh aktivitas ataupun pemukiman manusia, dan saat ini sering timbul permasalahan yang diakibatkan oleh karena banteng keluar dari kawasan Suaka Alam dan merusak tanaman penduduk di sekitarnya. Dengan demikian pada permasalahan pelestarian banteng selanjutnya bukan hanya dituntut untuk melindungi banteng baik di dalam maupun di luar kawasan Suaka Alam dari segala macam gangguan, tetapi juga diperlukan usaha pencegahan ataupun penanggulangan masalah banteng yang sering mengganggu tanaman penduduk di sekitar kawasan Suaka Alam. ...
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/1042
      Collections
      • DF - Multidiciplinary Program [812]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository