Show simple item record

dc.contributor.advisorHariyadi
dc.contributor.advisorJune, Tania
dc.contributor.authorKomarudin, Nurul Amri
dc.date.accessioned2020-12-06T03:22:15Z
dc.date.available2020-12-06T03:22:15Z
dc.date.issued2020
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/104168
dc.description.abstractPenelitian ini dilakukan untuk menganalisis kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan dan menganalisis kesenjangan dari implementasi kebijakan lingkungan pada perkebunan kelapa sawit berdasarkan kriteria ISPO. Penelitian ini telah dilakukan di kawasan timur Provinsi Sumatera Selatan yang secara administrasi terletak di Kabupaten Banyuasin dan Musi Banyuasin dengan fokus utama pada enam perusahaan swasta di bidang perkebunan kelapa sawit. Kawasan timur provinsi sumatera selatan telah memiliki kebijakan dan regulasi dalam mengatur pengelolaan lingkungan khususnya pada pengelolaan perkebunan kelapa sawit, akan tetapi masih banyak terjadi permasalahan lingkungan yang diindikasikan karena adanya kesenjangan antara program kebijakan yang dibuat dengan implementasinya di lapangan. Analisis kesenjangan telah dilakukan dengan menggunakan metode regulatory gap analysis yaitu suatu teknik sederhana yang digunakan untuk mengevaluasi kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum perusahaan perkebunan kelapa sawit di kawasan timur Provinsi Sumatera Selatan telah memenuhi 105 indikator dari 126 indikator kriteria ISPO terkait lingkungan, dengan skor implementasi sebesar 85%, yang artinya kebijakan lingkungan sudah diimplementasikan melalui program-program pengelolaan lingkungan yang dilakukan oleh perusahaan, akan tetapi ada beberapa indikator yang belum dipenuhi oleh beberapa perusahaan, indikator tersebut diantaranya terkait dengan pemenuhan sertifikasi lingkungan, pengelolaan lahan gambut, pelestarian keanekaragaman hayati di kawasan lindung dan tanggung jawab sosial. Secara keseluruhan skor gap implementasi kebijakan lingkungan pada enam perusahaan perkebunan kelapa sawit di kawasan timur provinsi Sumatera Selatan memiliki skor sebesar 0.15 atau dibawah 0.50, yang artinya implementasi kebijakan lingkungan secara keseluruhan telah berhasil diterapkan dan sesuai dengan rencana serta mampu mengatasi permasalahan lingkungan yang ada di masyarakat.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcNatural Resource and Environmental Managementid
dc.titleGap Analysis Implementasi Kebijakan Pengelolaan Lingkungan Perkebunan Kelapa Sawit Berdasarkan ISPO di Kawasan Timur Provinsi Sumatera Selatanid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordGap analysisid
dc.subject.keywordkebijakan lingkunganid
dc.subject.keywordperkebunan kelapa sawitid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record