Show simple item record

dc.contributor.advisorNuryartono, Nunung
dc.contributor.advisorPasaribu, Syamsul Hidayat
dc.contributor.authorAinurrahma, Alfiana
dc.date.accessioned2020-08-10T04:24:08Z
dc.date.available2020-08-10T04:24:08Z
dc.date.issued2020
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/103530
dc.description.abstractLiterasi keuangan telah menjadi isu strategis yang selalu dikaitkan dengan kesejahteraan finansial. Penelitian terdahulu banyak yang menemukan bahwa literasi keuangan berpengaruh secara positif terhadap peningkatan aksesibilitas kredit, mendorong pembentukan tabungan, serta meningkatkan kesejahteraan rumah tangga. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh literasi keuangan terhadap pola tabungan, akses kredit dan kesejahteraan rumah tangga petani. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh melalui wawancara terhadap 209 rumah tangga petani di Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Garut pada bulan Mei 2016. Hasil penelitian menggunakan Propensity Score Matching menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam jumlah tabungan, rata-rata besaran pinjaman, pendapatan dan tingkat pendidikan formal antara petani yang terliterasi dan tidak terliterasi. Namun, hasil pengolahan data menggunakan Regresi Linier Berganda menunjukkan bahwa literasi keuangan tidak berpengaruh secara signifikan pada tabungan dan akses kredit. Analisis deskriptif menemukan bahwa terdapat perbedaan karakteristik demografi, perilaku menabung, dan perilaku pengelolaan keuangan rumah tangga antara petani yang terliterasi dan tidak terliterasi. Petani yang terliterasi cenderung lebih terdidik dan lebih mampu melakukan pengelolaan keuangan rumah tangga dengan baik. Mereka memiliki rencana pengeluaran rumah tangga, melakukan pencatatan pengeluaran, dan membiasan anak mereka untuk menabung sejak dini. Temuan unik yang dihasilkan dari penelitian ini adalah petani yang tidak terliterasi sudah memiliki kesadaran yang tinggi untuk menabung, terlepas dari tingkat literasi keuangan yang mereka miliki. Petani yang tidak terliterasi menabung dengan cara yang sederhana, seperti tabungan tunai di rumah, di sekolah anak, dan di sanak kerabat. Aksesibilitas kredit petani dipengaruhi oleh usia, tingkat pendidikan formal, keikutsertaan koperasi, dan jarak ke lembaga keuangan terdekat. Selain itu, dari analisis Propensity Score Matching ditemukan bahwa besaran jumlah tabungan, besaran jumlah kredit, besaran pendapatan dan tingkat pendidikan petani yang terliterasi lebih tinggi daripada petani yang tidak terliterasi.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcEconomics Scienceid
dc.subject.ddcFinancial Literacyid
dc.subject.ddc2016id
dc.subject.ddcGarut, Jawa Baratid
dc.titlePengaruh Literasi Keuangan Terhadap Pola Tabungan, Akses Kredit, serta Kesejahteraan Petani di Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Garutid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordakses kreditid
dc.subject.keywordliterasi keuanganid
dc.subject.keywordpetaniid
dc.subject.keywordtabunganid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record