Show simple item record

dc.contributor.advisorFidella, Rita
dc.contributor.advisorPurnamadewi, Yeti Lis
dc.contributor.authorFidella, Rita
dc.date.accessioned2020-08-03T00:36:37Z
dc.date.available2020-08-03T00:36:37Z
dc.date.issued2020
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/103416
dc.description.abstractTujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) yang merupakan agenda internasional terdapat beberapa target yang berhubungan dengan pembangunan manusia yaitu memastikan kehidupan yang sehat dan mendukung kesejahteraan bagi semua usia, memastikan pendidikan berkualitas, mendukung kesempatan belajar seumur hidup bagi semua, pertumbuhan ekonomi dan pekerjaan yang layak. Indonesia sebagai anggota PBB berkomitmen untuk mengimplementasikan SDGs dalam tujuan pembangunannya dengan mengadopsi hasil kesepakatan SDGs yang dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Pemerintah Indonesia bertujuan meningkatkan sumberdaya manusia berkualitas, mengurangi kesenjangan infrastruktur dan meningkatkan layanan publik. Salah satu upaya dalam meningkatkan sumberdaya manusia berkualitas yaitu meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan dan peningkatan daya beli. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menunjukkan pembangunan manusia bukan hanya dalam bentuk pendapatan yang lebih tinggi, tetapi juga memasukkan kesehatan dan pendidikan. Todaro dan Smith (2006) menyatakan indikator kesenjangan pembangunan dan pemeringkatan yang baik harus memasukkan variabel kesehatan dan pendidikan dalam pengukuran kesejahteraan, bukan hanya melihat tingkat pendapatan saja, dan IPM sangat bermanfaat untuk mengukur indikator ini. Berbagai negara termasuk Indonesia mengadopsi konsep pembangunan manusia yang digagas UNDP ini. Tujuan studi ini adalah: (1) Mengkaji belanja pemerintah daerah fungsi pendidikan, fungsi kesehatan, fungsi ekonomi dan variabel ekonomi lainnya; (2) Mengkaji IPM berdasarkan tiap-tiap indikator dan secara spasial di kabupaten/kota di Indonesia; (3) Menganalisis pengaruh belanja pemerintah daerah fungsi pendidikan, fungsi kesehatan, fungsi ekonomi terhadap IPM di kabupaten/kota di Indonesia; (4) Menganalisis pengaruh belanja pemerintah daerah fungsi pendidikan, fungsi kesehatan, fungsi ekonomi terhadap indeks pembentuk IPM (indeks pendidikan, indeks ekonomi dan indeks kesehatan). Hasil estimasi parameter dalam regresi data panel pengaruh belanja pemerintah daerah terhadap IPM, variabel-variabel yang berpengaruh signifikan dengan koefisien positif yaitu: belanja kesehatan, infrastruktur pendidikan, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan dummy kaya. Sebaliknya: belanja ekonomi, infrastruktur kesehatan, kemiskinan dan dummy WTP berpengaruh negatif. Sedangkan yang tidak berpengaruh terhadap IPM yaitu: belanja pendidikan dan infrasatruktur transportasi. Variabel-variabel yang berpengaruh signifikan dengan koefisien positif terhadap indeks pendidikan yaitu: belanja pendidikan dan PDRB, sedangkan infrastruktur transportasi, kemiskinan, dummy WTP dan dummy kaya berpengaruh negatif. Variabel yang tidak berpengaruh terhadap indeks pendidikan yaitu infrastruktur pendidikan. Variabel-variabel yang berpengaruh signifikan dengan koefisen positif terhadap indeks kesehatan yaitu: belanja kesehatan, PDRB dan dummy kaya, sedangkan variabel infrastruktur kesehatan berpengaruh negatif. Infrastruktur transportasi, kemiskinan dan dummy WTP tidak berpengaruh terhadap indeks kesehatan. Variabel-variabel yang berpengaruh signifikan dengan koefisien positif terhadap indeks ekonomi yaitu : PDRB dan dummy kaya, namun belanja ekonomi, kemiskinan dan dummy WTP berpengaruh negatif. Variabel yang tidak berpengaruh terhadap indeks ekonomi yaitu : infrastruktur transportasi. Program-program peningkatan pendidikan, kesehatan dan ekonomi dari pemerintah sebaiknya memprioritaskan kepada kabupaten/kota yang berada pada capaian IPM kategori rendah dan sedang serta berada pada kuadran dengan indeks di bawah rata-rata dan laju pertumbuhan di bawah rata-rata kabupaten/kota lainnya, sehingga capaian IPM pada wilayah yang tertinggal bisa meningkat lebih cepat dan pembangunan manusia di wilayah tersebut dapat konvergen dengan wilayah lainnya. Hal ini berkaitan dengan tujuan pembangunan yaitu pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia. Berdasarkan hasil estimasi model menunjukkan bahwa variabel PDRB berpengaruh paling kuat terhadap IPM, pemerintah perlu memprioritaskan pertumbuhan ekonomi yang terbukti mempunyai dampak paling besar untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang tercermin dalam peningkatan pendidikan, kesehatan dan daya beli.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcEconomicsid
dc.subject.ddcGoverment Expenditureid
dc.subject.ddc2017id
dc.subject.ddcLampungid
dc.titlePengaruh Belanja Pemerintah Daerah terhadap Indeks Pembangunan Manusia.id
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordbelanja fungsi pendidikanid
dc.subject.keywordbelanja fungsi kesehatanid
dc.subject.keywordbelanja fungsi ekonomiid
dc.subject.keywordkabupaten/kotaid
dc.subject.keywordIPMid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record