Show simple item record

dc.contributor.advisorFahrudin, Achmad
dc.contributor.advisorWardiatno, Yusli
dc.contributor.authorKetaren, Cyrum Barnike Beru
dc.date.accessioned2020-08-03T00:28:58Z
dc.date.available2020-08-03T00:28:58Z
dc.date.issued2020
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/103385
dc.description.abstractWilayah penyebaran undur-undur laut di perairan Indonesia salah satunya berada di pantai Selatan Jawa, di antaranya pantai Widarapayung, Bunton, Suwuk, Menganti dan Sawangan. Undur-undur laut dapat dijadikan indikator pencemaran logam merkuri karena memiliki kemampuan mengakumulasi logam di perairan. Pembagunan PLTU di kabupaten Cilacap berpotensi menimbulkan pencemaran perairan karena mengandung logam berat yang berasal dari buangan limbah industri. Konsentrasi logam berat di perairan akan berdampak pada kandungan logam dalam undur-undur laut yang dalam pemanfaatannya digunakan sebagai bahan konsumsi. Hal ini berdampak pada perlunya tinjauan pengelolaan undurundur laut di Pantai Selatan Jawa. Tujuan penelitian ini adalah (1) Menganalisis peranan undur-undur laut secara ekologi sebagai bioindikator logam berat, (2) Menganalisis peranan undur-undur laut secara ekonomi bagi penduduk sekitar kawasan pantai, (3) Menentukan srategi pengelolaan undur-undur laut. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan observasi dan survei dengan menggunakan data primer dan sekunder. Data primer terdiri atas sampel air, sedimen, dan undur-undur laut, serta nilai ekonomi dari undur-undur laut. Data sekunder yaitu hasil pustaka atau data dari jurnal dan buku sebagai data pendukung. Analisis data terdiri dari (1) analisis logam berat, (2) analisis nilai ekonomi, (3) analis deskriptif untuk menentukan strategi pengelolaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa undur-undur laut dapat dijadikan indikator keberadaan logam berat Pb. Hal ini dikarenakan logam Pb secara signifikan ditemukan pada perairan, sedimen, dan undur-undur laut. Nilai ekonomi langsung untuk nelayan di Kabupaten Cilacap sebesar Rp. 92.442.421,40/ha/thn, nilai ekonomi tidak langsung untuk pengepul sebesar Rp. 6.559.595.398/ha/thn, pegang sebesar 1.525.360.361,9/ha/thn, dan konsumen sebesar Rp.98.332,11/ha/thn. Nilai ekonomi langsung untuk nelayan di Kabupaten Kebumen sebesar Rp. 14.450.414.73/ha/thn, nilai ekonomi tidak langsung untuk pengepul sebesar Rp. 7.036.622,20/ha/thn, konsumen sebesar 90.878,50/ha/thn. Strategi pengelolaan undur-undur laut di pantai Selatan Jawa Tengah dapat dilakukan dengan (1) Mencengah sumber – sumber pencemaran logam Pb ke air laut. (2) Pengendalian aktivitas penangkapan nelayan, (3) Peningkatan aktivitas nelayan sehingga meningkatkan pendapatanya.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcCoastal Resourcesid
dc.subject.ddcMole Crabsid
dc.subject.ddc2018id
dc.subject.ddcCilacapid
dc.subject.ddcJawa Tengahid
dc.titlePengelolaan Sumberdaya Undur–undur Laut (Crustacea: Hippidae) di Pantai Selatan Jawa Tengahid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordLogam beratid
dc.subject.keywordnilai ekonomiid
dc.subject.keywordundur-undur lautid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record