Show simple item record

dc.contributor.advisorSari, Yessie Widya
dc.contributor.advisorKurniati, Mersi
dc.contributor.advisorSyafitri, Utami Dyah
dc.contributor.authorMaula, Frida Yassar
dc.date.accessioned2020-07-27T03:55:52Z
dc.date.available2020-07-27T03:55:52Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/103231
dc.description.abstractBioplastik merupakan plastik ramah lingkungan yang tersusun dari senyawasenyawa organik. Bioplastik memiliki waktu degradasi yang lebih cepat dibandingkan plastik konvensional. Kecepatan bioplastik terdegradasi dapat dijadikan solusi dari permasalahan lingkungan yang ditimbulkan oleh penggunaan plastik konvensional. Bioplastik yang diaplikasikan sebagai pengemas pangan harus memiliki kualitas atau performa yang baik dalam melindungi pangan. Parameter yang biasa diteliti untuk melihat performa bioplastik meliputi ketebalan, kuat tarik, elongasi dan WVTR. Bioplastik dengan performa yang baik didapatkan dari komposisi yang optimal. Pada penelitian ini bahan utama penyusun bioplastik adalah protein, sorbitol dan nanosilika. Sorbitol berperan dalam meningkatkan daya elastis film bioplastik. Nanosilika berperan dalam meningkatkan kuat tarik film bioplastik. Salah satu cara untuk mendapatkan komposisi yang optimal adalah menggunakan rancangan I-optimal yang berfokus pada ketepatan prediksi. Berdasarkan rancangan I-optimal, rancangan percobaan yang didapatkan sebanyak 15 rancangan. Variabel independen yang digunakan pada rancangan I-optimal meliputi volume protein, konsentrasi sorbitol, dan konsentrasi nanosilika. Pada penelitian ini, bioplastik disintesis dalam bentuk film atau lembaran. Film bioplastik yang berhasil dicetak hanya 12 dari 15 formula. Film bioplastik yang berhasil dicetak memiliki warna kecokelatan dan transparan. Komposisi bahan penyusun berpengaruh pada warna dan keberhasilan film bioplastik untuk dicetak. Film bioplastik dengan komposisi rancangan I-optimal memiliki performa yang lebih baik dibandingkan komposisi pada penelitian sebelumnya. Film bioplastik optimal didapatkan pada komposisi 50 ml volume protein, 4 % konsentrasi sorbitol dan 1.25 % konsentrasi nanosilika. Parameter ketebalan dari komposisi tersebut memiliki nilai 0.20 mm, kuat tarik mencapai 0.513 N/mm2, elongasi mencapai 18.552 % dan WVTR mencapai 1.954 g/m2/jam. Berdasarkan nilai jumlah kuadrat desain I-optimal variabel independen yang memberikan pengaruh terbesar terhadap ketebalan, elongasi dan WVTR film bioplastik adalah protein. Berdasarkan nilai jumlah kuadrat desain I-optimal variabel independen yang memberikan pengaruh terbesar terhadap kuat tarik adalah sorbitol. Citra SEM menunjukan adanya granula pada permukaan film. Adanya granula menunjukan bahwa film memiliki permukaan yang kasar. Berdasarkan hasil karakterisasi FTIR, gugus baru tidak ditemukan pada pola spektra FTIR. Hal ini menunjukan bahwa pencampuran bahan penyusun terjadi secara pencampuran fisik.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcBiophysicsid
dc.subject.ddcBioplasticsid
dc.subject.ddc2019id
dc.subject.ddcBogor-Jawa Baratid
dc.titleOptimasi Sintesis Bioplastik dari Protein Sorgum dan Nanosilika untuk Aplikasi Pengemas Panganid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordfilm bioplastikid
dc.subject.keywordI-optimalid
dc.subject.keywordnanosilikaid
dc.subject.keywordprotein sorgumid
dc.subject.keywordvariabel independenid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record