View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Fisheries
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Fisheries
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Tata Kelola Material Kayu untuk Galangan Kapal Kayu di Kabupaten Batang Provinsi Jawa Tengah

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (24.69Mb)
      Date
      2020
      Author
      Karyanto
      Darmawan
      Nurani, Triwiji
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Kabupaten Batang merupakan salah satu sentra pembangunan kapal kayu terbesar di Wilayah Provinsi Jawa Tengah yang berpotensi untuk terus dikembangkan. Hal ini menuntut adanya kelancaran pasokan material kayu dari para pemasok. Namun, kayu bangkirai sebagai bahan utama kapal harganya relatif mahal dan pasokan kurang lancar. Diduga hal ini disebabkan oleh adanya permasalahan dalam tata niaga pemenuhan kayu bangkirai. Bila hal ini tidak diatasi maka galangan kapal di Kabupaten Batang terancam kesulitan beroperasi dan bahkan bangkrut. Oleh sebab itu, perlu diteliti penyebab ketidaklancaran pasokan kayu dan merumuskan rekomendasi perbaikannya. Tujuan dari penelitian ini yaitu: 1) Identifikasi galangan dan estimasi kebutuhan kayu di galangan kapal kayu Kabupaten Batang. 2) Mengidentifikasi pemasok (supplier) dan estimasi ketersediaan material kayu. 3) Menelusuri alur pasokan material kayu bangkirai dari supplier ke galangan kapal kayu. 4) Menemukan akar masalah pada rantai pasokan kayu bangkirai. 5) Menyusun rekomendasi tata kelola material kayu bangkirai untuk galangan kapal kayu di Kabupaten Batang. Penelitian dilakukan pada bulan Maret sampai dengan bulan April 2019 di berbagai galangan kapal dan pemasok di Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah. Data primer maupun sekunder diambil dari 7 (tujuh) galangan yang memiliki produktivitas tinggi, sedangkan dari 19 (sembilan belas) galangan yang produktivitasnya rendah dipilih secara acak 3 (tiga) galangan. Seluruh pemasok/pedagang kayu yang berjumlah 8 (delapan) perusahaan dijadikan sebagai responden. Analisis data dilakukan dengan pendekatan analisis fishbone untuk mengetahui faktor penyebab atau permasalahan pasokan kayu bangkirai. Langkah selanjutnya, mencari masalah yang sangat berpengaruh dalam proses pasokan kayu bangkirai kurang berjalan dengan maksimal. kemudian langkah terakhir yaitu merumuskan rekomendasi tata kelola material kayu untuk keberlangsungan dan produktivitas galangan Kabupaten Batang. Hasil penelitian menunjukkan nilai total kebutuhan kayu pada tahun 2014- 2018 untuk jenis kayu bangkirai adalah sebesar 6.431,67 m3 dan kayu rimba campur sebesar 1.561,98 m3. Adapun pada periode waktu yang sama ketersediaan kayu bangkirai sebesar (20.439,09 m3) dan rimba campur sebesar (42.550,00 m3 ) di 8 pedagang kayu tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa ketersediaan kayu masih lebih besar dari jumlah yang dibutuhkan seluruh galangan sampel di Kabupaten Batang selama tahun 2014-2018. Hasil analisis dari permasalahan yang ditemukan adalah modal yang dimiliki oleh galangan kapal kayu Kabupaten Batang terbatas. Modal cenderung menunggu dari pembayaran uang muka setelah ada pesanan kapal. Pedagang kayu akan melayani pemenuhan pesanan kayu ketika galangan membayar cash maupun dengan pembayaran uang muka 50 %. Pasokan kayu didatangkan dari agen setelah ada permintaan dari galangan dikarenakan stok yang ada di pedagang habis. Maka perlunya tindakan perbaikan untuk diterapkan oleh galangan Kabupaten Batang Provinsi Jawa Tengah, agar supaya galangan tetap mendapatkan pemenuhan kayu dari pedagang. Hubungan mitra bisnis tidak terikat, atau hanya sebatas sebagai pelanggan tetap yang dilakukan oleh galangan dengan pedagang kayu/industri pengolahan kayu perlu ditingkatkan pada status kerjasama terikat secara formal. Hubungan kerjasama yang dibangun diharapkan mampu memperbaiki pemenuhan pesanan. Untuk menghilangkan hambatan yang masih ada dalam pasokan kayu bangkirai, perlu dilakukan desentralisasi pasokan melalui pendirian koperasi, sehingga memperpendek rantai tata niaga dan mengurangi biaya transaksi. Hal ini dilakukan untuk membantu galangan yang kurang mempunyai modal agar tetap dapat membangun kapal ketika ada pesanan.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/102942
      Collections
      • MT - Fisheries [3210]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository