Show simple item record

dc.contributor.advisorIskandar, Budhi Hascaryo
dc.contributor.advisorPurwangka, Fis
dc.contributor.authorHidayat, Etika Ariyanti
dc.date.accessioned2020-06-02T02:30:18Z
dc.date.available2020-06-02T02:30:18Z
dc.date.issued2020
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/102912
dc.description.abstractPelumas merupakan salah satu variabel penting yang dibutuhkan mesin selain bahan bakar minyak. Umumnya penggantian minyak pelums oleh nelayan dilakukan hanya berdasarkan pengamatan sendiri terhadap kuantitas dan kualitas pelumas tanpa menghitung jangka waktu penggunaan pelumas dan jam kerja mesin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan pelumas nelayan PPI Kendari, mendapatkan karakteristik pelumas setelah penambahan, dan merekomendasikan pola penggunaan pelumas. Hipotesis yang dibangun didasarkan pada tujuan penelitian yaitu pola penggunaan pelumas berpengaruh / tidak berpengaruh terhadap performa mesin, penambahan pelumas baru dapat / tidak dapat menstabilkan kualitas pelumas, dan pola penggunaan pelumas sesuai / tidak sesuai dengan standar penggunaan. Analisis data menggunakan metode deskriptif dan metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan kuesioner. Total responden 12 kapal, dan 2 dari 12 kapal dijadikan objek dalam perlakuan pengambilan sampel. Kapal 1 dengan mesin Mitsubishi 6D22 dan Kapal 2 6D16. Kapal 1 melakukan penambahan pelumas setiap 6 jam, 13 jam, dan 20 jam, sedangkan Kapal 2 melakukan penambahan setiap 1 kali trip 12 jam, 24 jam, 36 jam. Pola penggunaan pelumas yang digambarkan dari 12 responden memperlihatkan tingkat kecenderungan nelayan di PPI Kota Kendari lebih cenderung melakukan penambahan. Nelayan dengan frekuensi penambahan banyak memiliki jangka waku penggantian pelumas lebih lama dengan kecenderungan 57% dibanding penggantian dengan angka 43%. Pola penambahan dan penggantian pelumas yang digambarkan dipengaruhi oleh jumlah trip dan durasi trip. Waktu penambahan dan penggantian pelumas di PPI Kendari berdasarkan prediksi dan kebutuhan mesin kapal. Hasil uji kontaminan menunjukkan angka soot Kapal 2 yaitu 0,54 saat kondisi bekas, dan mengalami penurunan menjadi 0,48 setelah penambahan pelumas baru. Kapal 1 mengalami kenaikan angka soot yaitu 0,20 menjadi 0,25 setelah penambahan. Angka oksidasi Kapal 1 1,04 menjadi 1,23 setelah penambahan, sedangkan Kapal 2 angka oksidasi 0,1 menjadi 0,07 setelah penambahan. Kenaikan angka nitrasi Kapal 1> Kapal 2. Penambahan pelumas pada Kapal 1 tidak dapat menurunkan angka sulfasi, sedangkan Kapal 2 hanya mengalami pengurangan 0,01 mm. Fuel dillution, glycol, water content kedua kapal tidak ditemukan atau bernilai 0, dan fuel content by destilation Kapal 1 mengalami peningkatan, Kapal 2 tidak ditemukan. Hasil uji statistik pada viskositas, titik nyala, TAN, dan TBN menunjukkan H0 diterima atau tidak terdapat pengaruh yang nyata terhadap kualitas pelumas setelah penambahan. Berdasarkan hasil uji statistik rekomendasi standar penambahan volume pelumas tidak direkomendasikan. Penggantian pelumas yang terjadwal lebih direkomendasikan unuk penghematan biaya operasional dan dapat memperpanjang usia pemakaian mesin.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcMarine Fisheries Technologyid
dc.subject.ddcFishing Boatid
dc.subject.ddc2019id
dc.subject.ddcKota Kendariid
dc.titlePola Penggunaan Pelumas pada Mesin Kapal Nelayan di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Kota Kendari.id
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordKapalid
dc.subject.keywordkonsumsi pelumasid
dc.subject.keywordmesinid
dc.subject.keywordpelumasid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record