Show simple item record

dc.contributor.advisorSukma, Dewi
dc.contributor.advisorSudarsono
dc.contributor.authorDaniela, Nadine Yuli
dc.date.accessioned2020-03-03T03:04:01Z
dc.date.available2020-03-03T03:04:01Z
dc.date.issued2020
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/102581
dc.description.abstractPhalaenopsis amabilis atau yang lebih dikenal dengan sebutan aggrek bulan, merupakan salah satu spesies yang paling terkenal dalam genus Phalaneopsis. Anggrek Phalaenopsis ini bahkan sempat menduduki rangking atas dalam perdagangan tanaman anggrek, karena harganya yang relatif terjangkau dan keindahan bunganya. Salah satu kendala dalam produksi anggrek Phalaenopsis di Indonesia adalah kurang tepatnya teknik budidaya yang diterapkan dan rentannya sebagian besar Phalaenopsis terhadap penyakit busuk lunak. Chitosan merupakan salah satu bahan organik yang banyak dilaporkan dapat menginduksi ketahanan tanaman terhadap patogen. Aktivitas chitosan ditentukan oleh tingkat polimerisasinya. Iradiasi sinar gamma pada chitosan dilaporkan mempengaruhi aktivitas chitosan. Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh chitosan dan chitosan yang telah diiradiasi (gammated chitosan) terhadap pertumbuhan dan ketahanan tanaman anggrek Phalaenopsis amabilis terhadap infeksi bakteri patogen busuk lunak. Perlakuan chitosan diberikan dengan cara menyiram larutan perlakuan pada media aklimatisasi. Perlakuan diaplikasikan dengan 5 taraf konsentrasi yaitu kontrol (tanpa chitosan), chitosan 15 ppm dan 30 ppm; serta Gammated chitosan 15 ppm dan 30 ppm. Tanaman dibagi ke dalam 3 kelompok (ulangan) berdasarkan tinggi tanaman menjadi kelompok kecil (panjang daun terpanjang < 3 cm), sedang (panjang daun terpanjang 3 – 6 cm), dan besar (panjang daun terpanjang > 9 cm). Perlakuan chitosan maupun gammated chitosan dapat meningkatkan persen hidup tanaman namun tidak meningkatkan pertumbuhan tanaman. Seluruh tanaman yang diuji dalam infeksi dengan bakteri patogen busuk lunak menunjukkan gejala busuk lunak. Perlakuan chitosan 30 ppm, gammated chitosan 15 dan 30 ppm cenderung menekan intensitas penyakit dibandingkan dengan kontrol hingga 18 jam setelah infeksi (JSI) namun secara umum belum efektif meningkatkan ketahanan anggrek Phalaenopsis terhadap penyakit busuk lunak. Aktivitas enzim peroksidase cenderung lebih tinggi pada perlakuan gammated chitosan dan paling tinggi pada konsentrasi gammated chitosan 30 ppm.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcAgronomyid
dc.subject.ddcOrchidid
dc.subject.ddc2019id
dc.subject.ddcBogor-Jawa Baratid
dc.titlePengaruh Chitosan dan Gammated Chitosan terhadap Pertumbuhan dan Ketahanan Planlet Anggrek Phalaenopsis amabilis terhadap Penyakit Busuk Lunak.id
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordaktivitas peroksidaseid
dc.subject.keyworddiameter gejala busuk lunakid
dc.subject.keywordpersen hidupid
dc.subject.keywordintensitas penyakitid
dc.subject.keywordtingkat ketahananid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record