Show simple item record

dc.contributor.advisorFirdaus, Muhammad
dc.contributor.advisorIrawan, Toni
dc.contributor.authorArtika, Kholifatin
dc.date.accessioned2020-02-18T07:08:06Z
dc.date.available2020-02-18T07:08:06Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/102144
dc.description.abstractKomoditas cabai merah dan bawang merah telah menjadi isu strategis bagi pemerintah saat ini karena komoditas ini berkontribusi terhadap inflasi. Volatilitas harga cabai merah dan bawang merah menyebabkan perbedaan harga yang tinggi antara produsen dan konsumen. Situasi ini memberi lebih banyak kerugian bagi petani dan konsumen daripada pedagang, karena memberikan lebih banyak peluang bagi pedagang untuk memanipulasi informasi harga, sehingga transmisi harga menjadi asimetris. Efek dari kelemahan sistem distribusi akan memicu volatilitas harga yang kemudian akan menyebabkan inflasi. Kelemahan sistem distribusi diindikasi terjadi karena adanya transmisi harga yang asimetri antar lembaga pemasaran cabai merah dan bawang merah. Selama tahun 2016, rata-rata margin pemasaran cabai merah dari petani ke pengecer adalah sebesar Rp15 544/kg. Untuk komoditas bawang merah, margin dari petani ke pengecer sebesar Rp14 700/kg. Kondisi ini berkaitan erat dengan pasar yang kurang efisien karena informasi harga dan penetapannya yang terjadi secara tidak transparan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis asimetri harga komoditas cabai merah dan bawang merah antara harga ditingkat produsen, grosir, dan konsumen, serta merumuskan model kelembagaan pengaturan harga komoditas cabai merah dan bawang merah. Menggunakan data sekunder yang berupa data deret waktu (time series) harian dari 1 Januari 2017 sampai 31 Desember 2017 didapat dari Kementrian Pertanian dan Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ). Penelitian ini menggunakan metode analisis CV (Coefficient of Variation) untuk melihat volatilitas harga dan metode ECM-EG untuk melihat transmisi harga bawang merah serta analisis rasio manfaat dan biaya (B/C) untuk menentukan model kelembagaan pemasaran untuk cabai merah dan bawang merah. Hasil penelitian menunjukan bahwa transmisi harga antar lembaga pemasaran cabai merah dan bawang merah bersifat asimetris baik pada jangka pendek maupun jangka panjang. Untuk komoditas cabai merah, harga ditingkat produsen lebih responsif terhadap penurunan harga dibandingkan dengan kenaikan harga yang diberikan dari level grosir, sedangkan harga ditingkat eceran lebih responsif terhadap kenaikan harga dari grosir dibanding dengan penurunan harga. Pada komoditas bawang merah, harga grosir dipengaruhi oleh eceran dan lebih responsif ketika menerima sinyal harga naik dari eceran daripada sinyal harga turun. Baik pada cabai merah dan bawang merah, harga grosir cenderung sering memengaruhi harga produsen dan konsumen, tetapi tidak mudah untuk dipengaruhi. Kondisi asimetri salah satunya disebabkan oleh adanya market power dan informasi yang tidak sempurna, oleh karena itu pasar lelang merupakan solusi untuk dapat mengurangi asimetri yang terjadi pada lembaga pemasaran cabai merah dan bawang merah.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcEconomics scienceid
dc.subject.ddcAgricultural economicsid
dc.subject.ddc2017id
dc.subject.ddcJakarta dan Jawa Baratid
dc.titleTransmisi Harga dan Model Kelembagaan Pemasaran Komoditas Cabai Merah dan Bawang Merahid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordcabai dan bawang merahid
dc.subject.keywordhubungan antara petani-grosir-pengecerid
dc.subject.keywordlembaga pemasaranid
dc.subject.keywordtransmisi harga asimetrisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record