Show simple item record

dc.contributor.advisorSupramana
dc.contributor.advisorHarahap, Idham Sakti
dc.contributor.authorPrihatin
dc.date.accessioned2020-02-12T06:29:43Z
dc.date.available2020-02-12T06:29:43Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/101933
dc.description.abstractNematoda puru akar (Meloidogyne spp.) merupakan salah satu parasit tanaman yang paling merusak dan tersebar luas di seluruh dunia. Kehilangan hasil akibat Meloidogyne spp. pada tanaman budidaya dapat mencapai 25% sedangkan kerugian ekonomi 14%. Tumbuhan yang terinfeksi Meloidogyne spp. menunjukkan gejala puru akar yang menyebabkan kerusakan pada sistem perakaran. Salah satu metode pengendalian yang potensial untuk pengendalian nematoda puru akar (NPA) adalah pemanfaatan tanaman Brassicaceae sebagai biofumigan. Biofumigan adalah senyawa volatil yang berasal dari alam dan dilaporkan nematisidal terhadap Meloidogyne spp.. Tanaman dari famili kubiskubisan (Brassicaceae) mengandung senyawa glukosinolat (GSL) dari hasil metabolit sekunder pada tanaman. GSL mengandung senyawa nitrogen (N) dan belerang (S) dan dapat terhidrolisis jika terjadi kontak dengan enzim mirosinase. Kontak antara GSL dan enzim mirosinase terjadi ketika jaringan tanaman robek dan tersedianya air. Hidrolisis glukosinolat menghasilkan senyawa isothiosianat (ITS) yang sangat toksik terhadap organisme tanah termasuk nematoda. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keefektifan biofumigan dari limbah tanaman Brassicaceae dalam menekan NPA di lapangan. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan IPB Pasir Sarongge Desa Ciputri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur dan Laboratorium Nematologi Tumbuhan. Penelitian dilakukan pada lahan seluas 600 m2 dengan menggunakan plot berukuran 5 m x 1 m x 0.3 m dan disusun dalam rancangan acak kelompok (RAK). Perlakuannya adalah tiga limbah tanaman Brassicaceae, yaitu brokoli, kubis dan lobak dengan dosis masing-masing 37.5 g, 75 g, dan 150 g per lubang tanam. Perlakuan nematisida (karbofuran dengan dosis 10 g formulasi per lubang tanam) digunakan sebagai kontrol positif, sementara tanpa limbah tanaman sebagai kontrol negatif. Sebelas plot perlakuan masing-masing ditutup menggunakan mulsa plastik. Percobaan dibuat dalam 5 ulangan. Parameter yang diamati adalah populasi nematoda, keparahan penyakit puru akar, pertumbuhan dan produktivitas tanaman mentimun, identitas morfologi nematoda dan spesies Meloidogyne spp. berdasarkan pola perineal nematoda betina. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan biofumigasi dengan limbah Brassicaceae efektif menurunkan populasi Meloidogyne spp. dan menekan keparahan penyakit puru akar. Keefektifan limbah Brassicaceae dalam menurunkan populasi lebih tinggi terlihat pada perlakuan brokoli dan lobak dengan dosis 150 g per lubang tanam. Perlakuan brokoli, kubis dan lobak pada dosis 150 g per lubang tanam efektif menekan keparahan penyakit puru akar. Perlakuan limbah brokoli menekan keparahan penyakit sebesar 49.44%, limbah kubis sebesar 56.11% dan limbah lobak sebesar 53.33%. Perlakuan limbah brokoli dan lobak dengan dosis 150 g per lubang tanam meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah buah dan berat buah tanaman mentimun. Selain Meloidogyne spp., ditemukan 5 genus nematoda parasit tumbuhan antara lain Rotylenchulus, Criconemoides, Helicotylenchus, Pratylenchus dan Xiphinema. Spesies Meloidogyne yang berhasil diidentifikasi dari sampel akar tanaman mentimun berdasarkan morfologi pola perineal adalah Meloidogyne incognita.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcPest controlid
dc.subject.ddcBiofumigationid
dc.subject.ddc2019id
dc.subject.ddcCianjur-Jawa Baratid
dc.titleKeefektifan Biofumigasi Limbah Tanaman Brassicaceae untuk Pengendalian Nematoda Puru Akar (Meloidogyne spp.) pada Tanaman Mentimunid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordhasil buahid
dc.subject.keywordpopulasi nematodaid
dc.subject.keywordkeparahan penyakitid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record