Show simple item record

Ecotourism Development Analysis in Nature Sanctuaries Areas (A Case Study of Tangkoko-Duasudara Nature Reserve, North Sulawesi).

dc.contributor.advisorMunandar, Aris
dc.contributor.advisorSekartjakrarini, Soehartini
dc.contributor.authorPontonuwu, Sandra
dc.date.accessioned2010-05-03T02:38:21Z
dc.date.available2010-05-03T02:38:21Z
dc.date.issued2006
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/10178
dc.description.abstractEcotourism operation in Tangkoko-Duasudara Nature Reserve (TDNR) has generated very complex problem due to its status as preservation area, while ecotourism activity increasing and was no longer possible to be discontinued. Therefore, a policy action formulating management and development of ecotourism in TDNR is needed. Field survey was used as a method concerning standard criterion assessment of objects and natural recreation fascination. Research result indicated that area of TDNR was high potency to be developed for ecotourism, with a lot of interesting objects within the TDNR, a unique and endemic biodiversity of flora and fauna. There are three potential interpretation paths i.e. Lingkar Path; Puncak Path and Kumeresot Path, where all unique attractions could be observed. It also indicated that policy zoning was become first order policy. Suggested strategies are cooperation among stakeholders in managing cultural and natural resources; improvement of service; improvement of accommodation; improvement of facilities and infrastructure to support going concern development. Planning of integrated development from all stakeholders with principles of co-management is also recommendedid
dc.description.abstractKegiatan ekowisata di Cagar Alam Tangkoko-Duasudara (CATDS) telah menimbulkan masalah yang kompleks, berkaitan dengan statusnya sebagai cagar alam sementara kegiatan ekowisata terus meningkat dan tidak mungkin untuk dihentikan. Untuk itu diperlukan tindakan kebijakan dalam merumuskan pengelolaan dan pengembangan ekowisata di CATDS. Metode yang digunakan adalah survei lapangan mengacu pada kriteria standar penilaian obyek dan daya tarik wisata alam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan CATDS sangat potensial untuk pengembangan kegiatan ekowisata, dengan daya tarik obyek di CATDS, keunikan, dan endemisitas keanekaragaman flora dan fauna. Terdapat tiga jalur interpretasi yang potensial yaitu Jalur Lingkar; Jalur Puncak dan Jalur Kumeresot, dimana semua atraksi unik kawasan dapat dinikmati. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kebijakan dengan sistem zonasi menjadi pilihan pertama dalam rumusan pengembangan ekowisata di CATDS. Strategi yang perlu dilakukan adalah kerjasama dengan semua stakeholder dalam memanfaatkan sumberdaya alam dan budaya, meningkatkan pelayanan; akomodasi; sarana dan prasarana untuk menunjang pengembangan yang berkelanjutan. Perencanaan pengembangan yang terintegrasi dengan prinsip pengelolaan co-management dari semua stakeholder juga harus dilakukan.id
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural Institute)
dc.titleAnalisis pengembangan ekowisata di kawasan suaka alam (Studi kasus cagar alam Tangkoko-Duasudara, Sulawesi Utara)id
dc.titleEcotourism Development Analysis in Nature Sanctuaries Areas (A Case Study of Tangkoko-Duasudara Nature Reserve, North Sulawesi).en


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record