Show simple item record

dc.contributor.advisorIstiqomah, Asti
dc.contributor.authorAgustina, Tika
dc.date.accessioned2020-02-03T04:31:34Z
dc.date.available2020-02-03T04:31:34Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/101572
dc.description.abstractPertambahan jumlah penduduk secara langsung dapat mengakibatkan peningkatan jumlah timbulan sampah. Meningkatnya jumlah timbulan sampah akan menimbulkan eksternalitas negatif apabila tidak dilakukan pengelolaan dengan baik. Salah satu daerah yang menghadapi permasalahan sampah yaitu Desa Lawangrejo, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Sebelum adanya sistem kumpulangkut- buang sampah pada bulan Februari 2019, masyarakat Desa Lawangrejo membuang sampah di tempat pembuangan, sungai atau membakarnya di halaman rumah. Selain berpotensi menimbulkan eksternalitas negatif, sampah juga dapat menghasilkan nilai ekonomi apabila dilakukan pengelolaan dengan baik. Namun, untuk memperoleh nilai tersebut tidak hanya cukup dengan sistem kumpul-angkutbuang. Tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis perilaku masyarakat dalam menangani sampah dan faktor-faktor yang memengaruhinya, (2) mengestimasi potensi timbulan sampah yang dihasilkan dari pembuangan sampah rumah tangga, (3) mengestimasi nilai ekonomi sampah yang dihasilkan dari timbulan sampah rumah tangga, dan (4) menganalisis alternatif pengelolaan sampah pemukiman yang dapat dilakukan oleh Desa Lawangrejo. Metode analisis yang digunakan yaitu metode analisis deskriptif, regresi logistik biner, dan Multi Criteria Decision Analisis (MCDA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perubahan perilaku masyarakat yang semula membuang sampah di sungai atau membakarnya di halaman rumah menjadi ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS). Namun, sebagian besar masyarakat belum melakukan pemilahan sampah. Faktor-faktor yang signifikan memengaruhi perilaku masyarakat dalam menangani sampah yaitu usia, lama pendidikan, jumlah tanggungan keluarga, dan lama jam bekerja. Potensi timbulan sampah yang dihasilkan yaitu 612,32 ton/tahun dengan potensi nilai ekonomi sebesar Rp67.032.022/tahun. Alternatif pengelolaan sampah pemukiman yang dapat dilakukan Desa Lawangrejo yaitu pengelolaan sampah anorganik dan organik melalui bank sampah.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcEnvironmental economicsid
dc.subject.ddcWaste managementid
dc.subject.ddc2019id
dc.subject.ddcPemalang-Jawa Tengahid
dc.titleAnalisis Perilaku Ekonomi Masyarakat dan Alternatif Pengelolaan Sampah Pemukiman (Studi Kasus: Pemukiman Desa Lawangrejo, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah).id
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordMCDAid
dc.subject.keywordnilai ekonomiid
dc.subject.keywordpengelolaan sampahid
dc.subject.keywordperilaku masyarakatid
dc.subject.keywordtimbulan sampahid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record