Sistem penetapan pajak tanah sektor pedesaan di Indonesia

Date
1984Author
Sinulingga, S.U.
Soejong, Irlan
Kasryno, Faisal
Lastario K, Arie
SMP. Tjondronegoro
Nasution, Lutfi Ibrahim
Metadata
Show full item recordAbstract
Tujuan penelitian ini untuk memberikan suatu rumusan sistem penetapan pajak tanah sektor pedesaan di Indonesia. Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan bahan masukan kepada pemerintah dalam usahanya untuk mengambil kebijakan dalam memperbaiki perpajakan tanah khususnya sektor pedesaan. Untuk maksud tersebut dilakukan penelitian mengenai segala aspek yang berkaitan dengan penetapan pajak tanah di empat kabupaten di DAS Cimanuk. Ke empat kabupaten tersebut adalah Garut, Sumedang, Majalengka dan Indramayu.
Sesuai dengan tujuan penelitian, maka berbagai metode pendekatan digunakan untuk dapat menjawab berbagai permasalahan yang ingin dilihat dalam kaitan dengan pajak tanah ini. Dari hasil penelitian ini terlihat bahwa sampai saat ini baru 30 % dari potensi pajak tanah sektor pedesaan yang sudah dimanfaatkan secara riel. Pengenaan pajak tanah hanya 0,93% dari nilai produksi dan sekitar 2,178 dari nilai tambah kotor usahatani. Tapi di luar itu masih ada pungutan-pungutan tambahan yang dikenakan kepada petani seperti biaya air, pancen dan pungutan lainnya yang diperkirakan sekitar 3,69 % dari total pendapatan mereka. Dari seluruh pajak tanah yang dipungut oleh pemerintah hanya sebagian kecil saja (1,95%) yang digunakan Kembali usahatani Lahan sawah dan lahan kering. diperoleh berdasarkan informasi dari model Translog tersebut.
Pada usahatani sawah, faktor sosial ekonomi yang berpengaruh nyata terhadap tingkat produksi adalah luas garapan usahatani, tenaga kerja, modal, jarak rumah dengan hamparan usahatani dan tingkat pendidikan dari petani yang mengelola usahatani tersebut. Demikian juga untuk lahan kering peubah-peubah tersebut berpengaruh nyata terhadap nilai produksi usahatani. Selanjutnya, faktor lingkungan berproduksi yang berpengaruh terhadap tingkat produksi lahan sawah meliputi peubah pengairan, status penggarapan, ketinggian dari permukaan laut, kedalaman efektif tanah, drainase, warna tanah serta pH dari tanah dimana usahatani tersebut terletak. Faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap nilai produksi lahan kering adalah jenis tanaman yang diusahakan ketinggian tempat, lereng, tekstur tanah, kandungan bahan organik tanah, kejenuhan basa, kapasitas tukar kation, kandungan kalium, kandungan fosfat dan tingkat erosi dari tanah dimana usahatani tersebut terletak. ...
Collections
- DT - Agriculture [785]

