Show simple item record

dc.contributor.advisorBakhtiar, Toni
dc.contributor.advisorJaharuddin
dc.contributor.authorElastic, Pantry
dc.date.accessioned2020-01-03T07:45:17Z
dc.date.available2020-01-03T07:45:17Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/100806
dc.description.abstractPengetahuan adalah fakta, informasi dan keterampilan yang diperoleh dari pengalaman atau edukasi, pemahaman teoritis atau praktis dari suatu objek. Organisasi memanfaatkan pengetahuan dalam manajemen pengetahuan (knowledge management). Manajemen pengetahuan adalah suatu kegiatan yang digunakan organisasi atau perusahaan untuk mengidentifikasi, menciptakan dan menyebarkan pengetahuan yang bertujuan memberikan wawasan, petunjuk dan pengalaman bagi karyawan atau orang yang membutuhkan. Salah satu bagian terpenting dari manajemen pengetahuan adalah diseminasi pengetahuan (knowledge dissemination). Diseminasi pengetahuan adalah suatu kegiatan untuk menyebarkan pengetahuan kepada kelompok yang membutuhkan sehingga memiliki kesadaran untuk memanfaatkan pengetahuan. Diseminasi pengetahuan dapat memastikan pengetahuan tetap tersedia dan dapat digunakan dalam suatu organisasi. Model matematika diseminasi pengetahuan telah dikembangkan. Model ini dikenal dengan model matematika IASD. Model IASD terdiri atas empat kompartemen, yaitu Ignorant, Antusiant, Solitariant, dan Disseminant. Tujuan penelitian ini adalah memformulasikan model diseminasi pengetahuan yang melibatkan tiga variabel kontrol, yaitu pelatihan untuk imigrasi, penyebaran informasi melalui sosial media, dan pelatihan untuk populasi Solitariant. Selanjutnya, model modifikasi diseminasi pengetahuan tanpa kontrol ditentukan titik tetap dan kestabilannya. Kemudian, menentukan variabel kontrol yang mempengaruhi model kontrol diseminasi pengetahuan dengan menggunakan pendekatan prinsip minimum Pontryagin. Model diseminasi pengetahuan yang dikembangkan sebelumnya memiliki kekurangan tidak mempertimbangkan laju masuk dan laju keluar. Pada penelitian ini, penambahan asumsi pada model diseminasi pengetahuan, yaitu laju kelahiran, laju kematian, imigrasi, dan populasi Disseminant yang dapat pindah menjadi populasi Solitariant. Penelitian ini juga menerapkan tiga instrumen variabel kontrol untuk mengendalikan diseminasi pengetahuan. Dari model IASD tanpa kontrol diperoleh titik tetap, yaitu titik tetap tanpa adanya pengetahuan tersebar dan titik tetap dengan adanya pengetahuan tersebar. Analisis kestabilan dua titik tetap dilakukan dengan pendekatan persamaan diferensial berdasarkan nilai eigen. Kemudian diperoleh kestabilan dua titik tetap adalah bersifat tidak stabil. Selanjutnya, dari model IASD dengan kontrol ditentukan variabel kontrol optimal sehingga meminimumkan fungsional objektif. Variabel kontrol yang optimal diperoleh dari pendekatan prinsip minimum Pontryagin. Simulasi numerik menunjukan bahwa skenario yang hanya melibatkan kontrol berupa penyebaran informasi melalui sosial media dan pelatihan untuk populasi Solitariant dianggap paling optimal dan efektif untuk mengendalikan diseminasi pengetahuan.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcApplied mathematicsid
dc.subject.ddcDisseminationid
dc.subject.ddc2018id
dc.subject.ddcBogor-Jawa Baratid
dc.titleModel Kontrol Optimum pada Masalah Diseminasi Pengetahuanid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordmodel IASDid
dc.subject.keywordtitik tetapid
dc.subject.keywordprinsip minimum Pontryaginid
dc.subject.keywordvariabel kontrolid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record