Show simple item record

dc.contributor.advisorSetiawati, Mia
dc.contributor.advisorSunarno, Mas Tridjoko
dc.contributor.authorHulu, Operiman
dc.date.accessioned2020-01-03T06:15:45Z
dc.date.available2020-01-03T06:15:45Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/100803
dc.description.abstractIkan jelawat (Leptobarbus hoevenii) bernilai ekonomis penting di Sumatera dan jawa serta diekspor antara lain ke Malaysia. Permintaan pasar ikan jelawat tersebut sebagian besar dipenuhi dari tangkapan dialam secara musiman. Budidaya ikan jelawat telah dilakukan di Wilayah habitat ikan tersebut. Pakan Untuk mendukung pengembangan budidaya ikan jelawat, diperlukan ketersediaan benih hatchery pakan komersil. Benih ikan jelawat telah dihasilkan secara massal dalam wadah terkontrol. Pakan komersil tersedia disekitar, namun harganya terus meningkat setiap tahun. Peningkatan harga pakan tanpa diiringi peningkatan harga jual ikan mengakibatkan pengurangan keuntungan usaha budidaya termasuk ikan jelawat. Peningkatan harga pakan terkait dengan penggunaan bahan baku impor. Dalam rangka mengurangi bahan baku impor terutama tepung ikan di Indonesia, maka perlu dicari bahan baku potensial sebagai untuk pakan ikan. Salah satu bahan yang berpotensi digunakan sebagai pengganti tepung ikan. impor adalah tepung keong mas (Pomacea canaliculata) karena memiliki kandungan yang menyerupai tepung ikan dan kelimpahan yang tinggi. Namun, tepung keong mas mengandung faktor anti nutrisi dan serat kasar. Fermentasi dengan menggunakan ragi tempe kapang Rhizopus oligosporus diduga dapat mengatasi masalah kelemahan tepung keong mas Oleh karena itu suatu penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengevaluasi pemanfaatan tepung keong mas yang difermentasi sebagai pengganti tepung ikan dalam pakan untuk meningkatkan kecernaan dan kinerja pertumbuhan pada benih ikan jelawat. Penelitian ini terdiri dari dua tahap yaitu: uji kecernaan bahan tepung keong mas dan kinerja pertumbuhan ikan. Tahap pertama yaitu uji kecernaan bahan tepung keong mas fermentasi dan tepung keong mas tanpa fermentasi masing-masing mempunyai tiga ulangan. Pengukuran uji kecernaan bahan tepung keong mas dilakukan dengan menggunakan indikator Cr2O3. Ikan yang digunakan pada uji kecernaan yaitu ikan jelawat dengan bobot 2.31±0.02 g. Ikan uji tersebut dipelihara dalam akuarium berisi air 80 L dengan kepadatan 25 e/m2. Feses diambil setelah hari keempat pemeliharaan ikan dengan cara penyiponan 30-60 menit dari pemberian pakan. Parameter yang diuji adalah kecernaan bahan, kecernaan protein, kecernaan lemak, kecernaan abu, dan kecernaan energi. Tahap kedua yaitu uji kinerja pertumbuhan dengan perlakuan substitusi tepung keong mas fermentasi terhadap tepung ikan pada tingkat 0%, 25%, 50%, 75% dan 100% masing-masing perlakuan mempunyai ulangan tiga. Ikan jelawat ditebar secara acak kedalam 15 akuarium berisi 80 L air yang dilengkapi dengan sistim aerasi dengan kepadatan dan diberi pakan harian secara satiasi pada pukul 07.00, 12.00 dan 17.00 WIB selama 60 hari pemeliharaan. Kotoran dalam setiap akuarium disipon pada pagi hari sebelum pemberian pakan pertama. Parameter yang diuji adalah jumlah konsumsi pakan individu, laju pertumbuhan spesifik bobot, pertambahan bobot mutlak, efesiensi pakan, retensi protein dan retensi lemak. Hasil penelitian menunjukkan kandungan proksimat yang difermentasi menggunakan rancangan acak lengkap dengan lima perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuannya adalah penggunaan tepung keong mas fermentasi 0%, 25%, 50%, 75% dan 100%. Ikan jelawat (2.38±0.02 g) dipelihara dalam akuarium 60x40x40 cm3 dengan kepadatan 25 e/m2 dan diberi pakan harian secara at satiation 3 kali sehari selama 60 hari masa pemeliharaan. Parameter uji yang digunakan yaitu: jumlah konsumsi pakan, laju pertumbuhan spesifik, bobot mutlak, efesiensi pakan, retensi protein, retensi lemak, tingkat kelangsungan hidup dan glikogen hati. Hasil uji untuk kecernaan bahan (64.78±0.17) kecernaan protein (62.60±0.16) dan kecernaan energi (77.51±0.03) secara nyata lebih tinggi dibandingkan dengan tepung keong mas tanpa fermentasi. Namun kecernaan protein, kecernaan lemak dan kecernaan abu tidak berbeda nyata antara fermentasi dan tanpa fermentasi. Tepung keong mas fermentasi dapat digunakan sebagai substitusi tepung ikan dalam pakan. Untuk kinerja pertumbuhan benih ikan jelawat, semua parameter uji yang digunakan kecuali retensi lemak tidak dipengaruhi oleh secara nyata oleh berbagai tingkat substitusi terhadap tepung ikan (p>0.05). Retensi lemak tinggi pada substitusi tepung ikan 50% - 100% adalah sama (p>0.05), namun lebih tinggi daripada perlakuan lainnya. (p<0.05). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dapat menggantikan tepung ikan dalam pakan benih ikan jelawat.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcAquacultureid
dc.subject.ddcLeptobarbus hoeveniiid
dc.subject.ddc2018id
dc.subject.ddcBogor-Jawa Baratid
dc.titleEvaluasi Pemanfaatan Tepung Keong Mas (Pomacea canaliculata) sebagai Sumber Protein Hewani terhadap Pertumbuhan Benih Ikan Jelawat Leptobarbus hoeveniiid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordJelawatid
dc.subject.keywordkecernaanid
dc.subject.keywordpertumbuhanid
dc.subject.keywordtepung keong masid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record