Show simple item record

dc.contributor.advisorPurbayanto, Ari
dc.contributor.advisorWiryawan, Budy
dc.contributor.authorRiyanto, Mochammad
dc.date.accessioned2010-04-30T08:15:13Z
dc.date.available2010-04-30T08:15:13Z
dc.date.issued2008
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/10015
dc.description.abstractKerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) umumnya ditangkap dengan menggunakan bubu, pancing, tombak, bahan peledak, dan bahan kimia beracun (potasium sianida). Kedua cara penangkapan yang disebutkan terakhir merupakan cara yang efektif, namun menimbulkan dampak yang merugikan terhadap kelestarian ekosistem terumbu karang dan sumberdaya ikan. Bubu termasuk kedalam jenis perangkap (trap) (Brandt, 1984) yang sering digunakan oleh nelayan untuk menangkap ikan karang. Menurut Subani dan Barus (1989), umpan merupakan salah satu faktor penting untuk menunjang keberhasilan suatu operasi penangkapan ikan dengan bubu dan pancing. Umpan digunakan dalam pengoperasian bubu berfungsi sebagai pemikat (attractor) dengan tujuan agar ikan karang yang sifatnya bersembunyi pada terumbu karang dapat keluar dan tertarik untuk masuk ke dalam bubu. Efektivitas umpan ditentukan oleh sifat fisik dan kimiawi yang dimilikinya agar dapat memberikan respons terhadap ikan-ikan tertentu. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Membuat formulasi umpan buatan (artificial bait) yang efektif bagi penangkapan ikan karang, (2) Mengetahui respons penciuman ikan kerapu macan terhadap umpan buatan, (3) Menganalisis waktu perendaman umpan buatan yang efektif sebagai pemikat (attractor) ikan kerapu, dan (4) Mengukur efektivitas umpan buatan dalam penangkapan ikan kerapu dengan bubu. Penelitian ini dilaksanakan selama 6 bulan (September 2007-Maret 2008). Pengamatan terhadap respons penciuman ikan kerapu dilakukan di Laboratorium Biologi dan Keanekaragaman Hayati Laut Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan. Ujicoba penangkapan dilakukan di sekitar perairan Pulau Panggang, Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian eksperimen laboratorium (laboratory experiment) dan uji coba penangkapan (fishing experiment). Data primer yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data tingkah laku ikan mendekati umpan, waktu yang dibutuhkan untuk mencapai umpan, komposisi bahan umpan buatan, kandungan proksimat (air, protein, lemak) dari formulasi umpan buatan, komposisi hasil tangkapan, dan panjang serta berat hasil tangkapan. Analisis proksimat umpan buatan menunjukkan bahwa kandungan kimia utama yang berpengaruh terhadap respons penciuman ikan adalah protein, lemak dan asam amino. Komposisi protein yang tertinggi terdapat pada umpan D (331,8 mg/g), diikuti oleh umpan A (152,9 mg/g), umpan B (135,7 mg/g) dan umpan C (134,4 mg/g). Umpan kontrol memiliki nilai kadar protein terendah yaitu 40,3 mg/g. Kandungan lemak tertinggi terdapat pada umpan C (283,9 mg/g), umpan B, D, dan A berturut-turut 231,9 mg/g, 92,5 mg/g dan 54,3 mg/g. Kandungan air tertinggi terdapat pada umpan kontrol yaitu sebanyak 399,6 mg/g. Hasil uji statistik dengan menggunakan uji klasifikasi satu arah (one way ANOVA) menunjukkan bahwa waktu rata-rata arousal keempat umpan buatan tidak berbeda nyata seperti ditunjukkan dengan nilai F hitung ( 2,96) < F tabel (3,23). Waktu rata-rata searching umpan buatan berpengaruh nyata seperti ditunjukkan dengan nilai F hitung (3,65) > F tabel (3,23). Waktu rata-rata finding umpan buatan tidak berbeda nyata sebagaimana ditunjukkan dengan nilai F hitung (0,52) < F tabel (3,23). Umpan buatan C memberikan waktu rata-rata searching yang lebih cepat dibandingkan umpan D, B, dan A. Hasil tangkapan rata-rata dan galat baku pada siang hari adalah 302,61±3,78 gram dan malam hari adalah 405,72±4,16 gram. Penggunaan umpan pada siang hari tidak berpengaruh nyata terhadap hasil tangkapan ikan karang sebagaimana ditunjukkan dengan nilai sig. 0,187 > α 0,05. Waktu perendaman malam hari dengan umpan yang berbeda ditunjukkan dengan nilai sig. 0,073 > α 0,05 tidak berpengaruh nyata terhadap hasil tangkapan ikan karang. Efektivitas penangkapan ikan kerapu dengan umpan buatan adalah sebesar 44,60% sedangkan efektivitas penangkapan ikan kerapu dengan umpan alami adalah sebesar 55,40%. Perbandingan efektivitas penangkapan ikan kerapu dengan perbedaan umpan berdasarkan jumlah hasil tangkapan didapatkan bahwa efektivitas terbaik adalah umpan udang yaitu sebesar 71,46% diikuti oleh umpan rucah sebesar 67,92%, bulu babi dan umpan A memiliki efektivitas yang sama yaitu sebesar 62,50% serta umpan B sebesar 45,83%.id
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.titleRespons Penciuman Ikan Kerapu Macan (Epinephelus fuscoguttatus) terhadap Umpan Buatanid
dc.subject.keywordumpan buatan; ikan kerapu macan; bubu; penciuman ikan


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record