Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/160698
Title: Strategi Pengembangan Industri Gula Kelapa Dalam Meningkatkan Perekonomian Masyarakat di Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau
Other Titles: 
Authors: Yusman
Ma'mun
Desrial, Ahmad
Issue Date: 2025
Publisher: IPB University
Abstract: Industri gula kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir memiliki potensi yang baik untuk terus dikembangkan karena tingginya permintaan terhadap produk gula kelapa. Namun, potensi ini belum dimanfaatkan secara optimal, dan petani kurang berminat untuk mengembangkan industri ini. Padahal, bahan baku tersedia dalam jumlah besar. Strategi pengembangan industri gula kelapa sebagai upaya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan daerah serta keberlanjutan produk turunannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi rantai produksi gula kelapa dengan menggunakan pendekatan Supply Chain Management, menganalisis pendapatan pelaku usaha, nilai tambah nilai tambah gula kelapa dengan menggunakan metode Hayami dan menganalisis marjin pemasaran, selanjutnya merumuskan strategi pengembangan industri gula kelapa untuk meningkatkan perekonomian melalui analisis SWOT dan QSPM. Metode pengumpulan data yang digunakan antara lain survei, in-depth interview, FGD dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengolahan gula kelapa berkaitan oleh beberapa faktor seperti jenis kelapa, kondisi cuaca, ketersediaan bahan bakar, keterbatasan sarana dan prasarana, kualitas gula kelapa, dan fluktuasi harga. Pendapatan bersih rata-rata dari 50 pohon kelapa milik sendiri mencapai Rp 5.127.417 per bulan dan Rp 3.977.417 per bulan untuk sistem sewa. Nilai tambah setiap liter bahan baku sebesar Rp 2.794 (71,93 persen) untuk sistem kelapa sewa dan Rp 3.318 (85,44 persen) untuk sistem kelapa milik sendiri. Studi ini mengidentifikasi bahwa pengembangan industri gula kelapa berada pada fase “Tumbuh dan Berkembang”. Studi ini merekomendasikan untuk membuat regulasi untuk produk berbasis kelapa dan menciptakan sentra produksi dengan konsep One Village One Product (OVOP) untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan di pasar lokal dan ekspor, membentuk kelompok dan pemberdayaan pelaku usaha gula kelapa, mengembangkan produk turunan kelapa yang bervariasi (gula cair dan gula semut) serta produk lainnya dan mengembangkan Branding Product.
URI: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/160698
Appears in Collections:MT - Economic and Management

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
cover_H0502222026_130d28404aa3495cb8f1cd0e10ad4578.pdfCover2.99 MBAdobe PDFView/Open
fulltext_H0502222026_4c631667a2f04bb6b1956e289822de84.pdf
  Restricted Access
Fulltext1.01 MBAdobe PDFView/Open
lampiran_H0502222026_95eb70d332c143388b073a3065f180b3.pdf
  Restricted Access
Lampiran2.37 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.