Show simple item record

The impact of fertilizer and rice price on the sosial income

dc.contributor.advisorI. B. Teken
dc.contributor.advisorRifai, Tb. Bachtiar
dc.contributor.advisorBarizi
dc.contributor.advisorA. T. Birowo
dc.contributor.advisorGuhardja, Edi
dc.contributor.authorSastrohoetomo, Mochammad Ali
dc.date.accessioned2010-03-24T04:18:15Z
dc.date.available2010-03-24T04:18:15Z
dc.date.issued1984
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/991
dc.description.abstractit was recorded that the goverment intervention in rice marketing in Indonesia had been initiated since early time of the Dutch Colonial, when Sunan Amangkurat I, in 1655, prohibited the export of rice up to 300 percent (de Vries, 1937). During almost three centuries, the Dutch Colonial Intervention was was a very mild one. During that period of time the goverment only created the climates by prohibiting and encouraging the export and import of rice. It was not until 1939, when "Stichting het Voedingmiddelenfonds" (Goverment Food Foundation) was established, the physical intervention was exercised. The Foundation was assigned to buy, stocking and sell food.
dc.description.abstractSubsistem kebijaksanaan harga dari program perberasan yang dikembangkan dan diterapkan sejak awal Pelita I, telah membuahkan hasil yang membanggakan.Tidak hanya fluktuasi harga antar musim dan perbedaan harga beras antar daerah yang dapat dijinakkan, tetapi dukungan stabilitas harga beras terhadap stabilisasi harga umum juga dapat terwujud.Peningkatan produksi beras telah terwujud dengan mempesonakan, terutama sesudah pertengahan dasawarsa tujuh puluhan. Kalau cadangan pengaman tidak diperhitungkan, maka sejak tahun 1980 atau 1981, Indonesia telah dapat disebut mencapai swasembada beras.Berbareng dengan peningkatan produksi tersebut, nilai tambah agregatif dari produksi beras juga terus bertambah. Sehingga pendapatan nyata petani, secara makro, juga terus bertambah.Namun, sejak awal dasawarsa delapan puluhan, keberhasilan program perberasan ini, disamping telah menumbuhkan masalah bawaan yang besarannya telah takmungkin diabaikan lagi, juga telah disongsong oleh memekatnya kabut suram resesi ekonomi dunia.Agar momentum keberhasilan tersebut dapat dipertahankan, bahkan ditingkatkan, Pemerintah mulai mengadakan perubahan dalam kebijaksanaan harga untuk program perberasan. Perubahan tersebut seyogyanya sekaligus dapat meredam pengaruh negatif resesi ekonomi dunia dan memecahkan masalah bawaan yang telah membengkak. ...
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.titleDampak kebijakan harga pupuk dan berasid
dc.titleThe impact of fertilizer and rice price on the sosial income
dc.subject.keywordKebijaksanaan Harga
dc.subject.keywordProgram Perberasan
dc.subject.keywordSwasembada Beras
dc.subject.keywordPendapatan Petani
dc.subject.keywordResesi Ekonomi


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record