Show simple item record

dc.contributor.advisorPurwanto, Budi
dc.contributor.advisorIrwanto, Abdul Kohar
dc.contributor.authorRespati, Prima
dc.date.accessioned2019-10-24T04:01:20Z
dc.date.available2019-10-24T04:01:20Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/99199
dc.description.abstractDinamika pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sangat penting untuk diperhatikan oleh investor untuk mengetahui kenaikan dan penurunan pasar modal yang biasa dikenal dengan bullish dan bearish. Namun kapan pergerakan IHSG dapat dikatakan mengalami bullish dan bearish atau dalam rentang waktu kapan? Pada prakteknya, saham yang memiliki risiko sistematis (beta) negatif tereliminasi pada pembentukan portofolio optimal karena saham tidak mengikuti pergerakan kondisi pasar dan tereliminasi cut off point pada Expected Return to Beta. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menentukan periode bullish dan bearish yang teruji pada data IHSG (2) menganalisis beta negatif imbal hasil positif pada periode bullish dan bearish (3) menganalisis perbedaan portofolio optimal dengan beta negatif imbal hasil positif dan portofolio tanpa beta negatif (4) Menganalisis perbedaan portofolio dengan beta negatif imbal hasil positif dengan portofolio tanpa beta negatif pada saat bullish dan bearish dan (5) menganalisis beta negatif imbal hasil positif memiliki nilai tambah dalam pembentukan portofolio optimal dalam kondisi bullish dan bearish. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari data IHSG periode 2011-2016 yang diperoleh dari yahoo finance, dan data sekunder emiten saham dari tahun 2011 sampai 2016 dengan total 560 emiten saham yang diperoleh dari The Indonesian Capital Market Institute (TICMI). Data Sertifikat Bank Indonesia (SBI) didapatkan dari lembaga Bank Indonesia (BI). Kondisi pasar bullish dan bearish pada IHSG dalam penelitian ini dianalisis menggunakan model perpindahan Markov dan analisis untuk risiko sistematis menggunakan model penentuan harga aset modal. Kinerja portofolio masing masing periode diukur dengan rasio Sharpe. Hasil penelitian dengan MS AR(3) menunjukkan bahwa ada 10 periode yang diidentifikasi dari 5 periode bullish dan 5 periode bearish dengan rating nilai terkecil kriteria Informasi-Akaike (AIC) sebesar 4.3071. Hasil analisis risiko sistematis dari model penempatan alokasi modal menunjukkan bahwa pada semua periode bullish dan bearish terdapat beta negatif dengan imbal hasil positif, yaitu LMSH beta -1.1616, imbal hasil 0.0052 (periode bullish) dan MTFN beta -0.5608, imbal hasil 0.0041 (periode bearish). Rasio Sharpe dari portofolio dengan beta negatif imbal hasil positif memiliki kinerja superior dibanding portofolio tanpa saham beta negatif imbal hasil positif. Hal itu terlihat pada periode 1 yaitu 2.5312 dan 1.3534 begitu juga pada periode lainnya. Hasil uji beda pada taraf 5% menunjukkan portofolio saham beta negatif imbal hasil positif signifikan berbeda dengan portofolio tanpa saham beta negatif imbal hasil positif dengan nilai signifikansi 0.008. Sedangkan kinerja portofolio dan imbal hasil tidak menunjukkan hasil beda yang signifikan. Artinya pada taraf kinerja dan imbal hasil portofolio optimal yang sama, saham beta negatif imbal hasil positif berkontribusi dalam menurunkan risiko portofolio optimal yang terbentuk.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManagementid
dc.subject.ddcFinanceid
dc.subject.ddc2017id
dc.subject.ddcBogor-JABARid
dc.titleAnomali “Beta Negatif” dan Kontribusinya terhadap Pembentukan Portofolio Optimal dalam Kondisi Pasar Bullish dan Bearishid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordrisiko sistematikid
dc.subject.keywordrisiko pasarid
dc.subject.keywordbeta negatifid
dc.subject.keywordmodel penentuan harga aset modalid
dc.subject.keywordbullishid
dc.subject.keywordbearishid
dc.subject.keywordmodel perpindahan markovid
dc.subject.keywordportfolioid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record