Analisis Pemasaran Dan Integrasi Pasar Vertikal Cabai Rawit Merah Di Kecamatan Cisurupan Kabupaten Garut Jawa Barat
| dc.contributor.advisor | Nurmalina, Rita | |
| dc.contributor.advisor | Rifin, Amzul | |
| dc.contributor.author | Hia, Adrianus | |
| dc.date.accessioned | 2019-09-30T04:29:34Z | |
| dc.date.available | 2019-09-30T04:29:34Z | |
| dc.date.issued | 2019 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/98676 | |
| dc.description.abstract | Penelitian mengenai analisis pemasaran dan integrasi pasar vertikal cabai rawit merah ini terletak di Desa Cidatar Kecamatan Cisurupan Kabupaten Garut dengan tujuan untuk mengidentifikasi saluran pemasaran, fungsi pemasaran, efisiensi pemasaran dan tingkat integrasi pasar vertikal cabai rawit merah di Desa Cidatar Kecamatan Cisurupan Kabupaten Garut. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif. Sebanyak 30 responden petani dipilih dengan metode random sampling dan untuk mendapatkan responden pedagang menggunakan metode snowball. Wawancara dan observasi dilakukan untuk mengumpulkan data primer sedangkan dokumentasi untuk mengambil data sekunder. Terdapat lima saluran pemasaran cabai rawit merah di Desa Cidatar, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut. Saluran pemasarannya adalah I) petani - pengumpul - pedagang besar Jakarta - pengecer - konsumen Jakarta; II) petani - pengumpul – pedagang besar Cikajang– pengecer - konsumen Cikajang; III) petani - pengumpul - pedagang besar Cikajang - pedagang besar Jakarta - pengecer - konsumen Jakarta; IV) petani - pengumpul - pedagang besar Bandung - pengecer - konsumen Bandung; V) petani - pengumpul - pedagang besar Bandung - pedagang Jakarta - pengecer - konsumen Jakarta. Hasil analisis menunjukkan margin pemasaran terkecil terdapat pada saluran pemasaran II sebesar 52.3 persen. Farmer’s share terbesar adalah 48 persen pada saluran pemasaran II dan rasio πi / Ci terbesar adalah 5.64 pada saluran pemasaran III. Integrasi vertikal pasar cabai rawit merah dianalisis menggunakan Ravallion dan menunjukkan bahwa terdapat integrasi jangka pendek antara harga di tingkat petani dan harga di tingkat pedagang besar di PIKJ namun hasil analisis menunjukkan tidak terdapat integrasi jangka panjang diantara ketiga hubungan pasar. Saran yang dapat diberikan kepada petani adalah memilih saluran pemasaran I karena saluran pemasaran tersebut merupakan saluran dengan volume dan harga komoditas yang paling tinggi yang dapat diserap oleh pasar. Hal ini berarti terjadi kontinuitasan pemasaran cabai rawit merah yang tinggi | id |
| dc.language.iso | id | id |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.subject.ddc | Agribusiness | id |
| dc.subject.ddc | Marketing analysis | id |
| dc.subject.ddc | 2018 | id |
| dc.subject.ddc | Garut-Jawa Barat | id |
| dc.title | Analisis Pemasaran Dan Integrasi Pasar Vertikal Cabai Rawit Merah Di Kecamatan Cisurupan Kabupaten Garut Jawa Barat | id |
| dc.type | Thesis | id |
| dc.subject.keyword | cabai rawit mera | id |
| dc.subject.keyword | efisiensi pemasaran | id |
| dc.subject.keyword | farmer’s share | id |
| dc.subject.keyword | integrasi | id |
| dc.subject.keyword | marjin pemasaran | id |
Files in this item
This item appears in the following Collection(s)
-
MT - Economic and Management [3240]

