Show simple item record

dc.contributor.advisorNugroho, Budi
dc.contributor.advisorSutandi, Atang
dc.contributor.advisorSudadi, Untung
dc.contributor.authorRahman, Fahmi Arief
dc.date.accessioned2019-09-10T02:34:26Z
dc.date.available2019-09-10T02:34:26Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/98642
dc.description.abstractFitotoksisitas aluminium (Al) akibat kejenuhan Al tanah yang tinggi menyebabkan terganggunya plastisitas dan permeabilitas dinding sel sehingga menghambat pertumbuhan akar tanaman. Fitotoksisitas Al berkaitan erat dengan keberadaan berbagai bentuk kimia atau spesies Al tanah terutama pada fasa larutan. Sebagai spesies utama Al-terlarut penyebab fitotoksisitas, kadar Almonomer inorganik (Al3+) seperti Al-F dan Al-SO4 merupakan indikator yang sensitif berkaitan dengan cekaman akar dan pertumbuhan tanaman di tanah mineral masam. Salah satu solusi permasalahan fitotoksisitas Al pada tanah mineral masam seperti Ultisol adalah aplikasi amelioran seperti dolomit [Ca,Mg(CO3)2] dan bahan penjerap atau adsorbent Al berbasis karbon seperti batubara muda (lignite) yang diaktivasi secara fisika melalui pemanasan maupun secara kimia melalui penambahan basa seperti KOH atau garam-garam klorida seperti NaCl, KCl, CaCl2, MgCl2, dan AlCl3 agar kapasitas adsorpsinya lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh ameliorasi dolomit dan lignit teraktivasi-basa (LTB) terhadap perubahan spesies Al-terlarut dan sifat kimia tanah lainnya serta respon pertumbuhan vegetatif kedelai (Glycine max L. Merr) pada Ultisol Jasinga. Percobaan dilakukan di rumah kaca kebun percobaan Cikabayan, Fakultas Pertanian, IPB. Analisis kimia tanah, dolomit, lignit, dan jaringan tanaman dilakukan di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah, Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB pada April sampai September 2018. Bahan utama penelitian ini meliputi contoh tanah ruah Ultisol Jasinga kering udara lolos saringan 2 mm, dolomit, LTB, benih kedelai varietas Anjasmoro, dan bahan-bahan kimia. Bahan LTB dipersiapkan dengan proses aktivasi kimiawi menggunakan 5.92 g KOH.kg-1 lignit. Percobaan rumah kaca dilakukan dalam Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan ameliorasi dolomit dan LTB sebagai perlakuan, masing-masing dengan tiga taraf yaitu 0, 1, dan 1.5 x Al-dapat ditukar (Al-dd) serta 0, 2.5, dan 5 ton LTB.ha-1 dan tiga ulangan. Amelioran diinkubasi satu minggu dalam kondisi kadar air tanah pada kapasitas lapang sebelum penanaman dan pemeliharaan kedelai selama satu bulan. Pengamatan pertumbuhan vegetatif kedelai dilakukan terhadap tinggi, panjang akar, serta berat basah dan berat kering total akar dan tajuk. Pada akhir masa percobaan dilakukan analisis kimia tanah, termasuk spesiasi Al-terlarut, dan jaringan tanaman. Selanjutnya dilakukan analisis ragam terhadap data yang diperoleh dan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT). Analisis tanah, dolomit, LTB, dan jaringan tanaman dilakukan dengan metode rutin. Spesiasi Al-terlarut tanah diawali dengan ekstraksi larutan tanah menggunakan 10% Na-asetat (Jones dan Thurman 1957). Kadar Al-terlarut total, Al-monomer dan Al-polimer ditetapkan secara kolorimetri dengan metode aluminon menurut Hsu (1963). Al-monomer dispesiasi lebih lanjut sebagai Almonomer inorganik dan Al-monomer organik dengan metode aluminon menurut Kerven et al. (1989). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tunggal ameliorasi dolomit berpengaruh nyata meningkatkan pH-H2O, pH-KCl, Ca-dd, Na-dd tanah; tinggi, panjang akar, berat basah dan berat kering total akar dan tajuk, kadar Ca-tanaman serta menurunkan kadar Al-dd tanah. Interaksi perlakuan ameliorasi dolomit dan LTB hanya berpengaruh nyata meningkatkan KTK tanah. Kadar Al-dd tanah berkorelasi nyata negatif dengan tinggi, panjang akar, berat basah dan berat kering total akar dan tajuk, serta kadar Ca-tanaman. Kadar Al-total hanya berkorelasi nyata negatif dengan tinggi tanaman, sedangkan kadar spesies Al-monomer inorganik dan Al-monomer organik masing-masing hanya berkorelasi nyata negatif dan positif dengan panjang akar kedelai. Hasil penelitian ini meyakinkan kembali bahwa evaluasi fitotoksisitas Al pada tanah mineral masam cukup didasarkan atas hasil analisis rutin terhadap kadar Al-dd.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcSoil Scienceid
dc.subject.ddcUtisol Jasingaid
dc.subject.ddc2018id
dc.subject.ddcBogor, Jawa Baratid
dc.titleSpesiasi Aluminium pada Ultisol Jasinga: Pengaruh Ameliorasi Dolomit dan Lignit Teraktivasi-Basaid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordAl-dapat ditukarid
dc.subject.keywordAl-monomerid
dc.subject.keywordAl-polimerid
dc.subject.keywordtanah masamid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record