Dampak Skema Kerjasama Perdagangan Bilateral Indonesia-Uni Emirat Arab terhadap Ekonomi Makro dan Sektoral Indonesia
View/ Open
Date
2019Author
Nasution, Widiya Madira
Mulatsih, Sri
Widiyastutik
Metadata
Show full item recordAbstract
Perdagangan Indonesia selama ini hanya di dominasi oleh empat negara
tujuan utamanya yaitu Jepang, Amerika Serikat, China dan Singapura.
Ketergantungan yang tinggi terhadap pasar tertentu dapat memberikan dampak
negatif bagi aktivitas ekspor apabila terjadi perlambatan ekonomi dunia.
Diversifikasi pasar merupakan salah satu jalan keluar yang dapat dilakukan untuk
meminimalisir dampak krisis global terhadap suatu negara. Beberapa kawasan
yang berpotensial bagi Indonesia antara lain Afrika, Timur Tengah, Amerika
Latin dan Asia Selatan. Uni Emirat Arab merupakan negara yang dipilih
Kementerian Perdagangan sebagai pintu masuk bagi ekspor Indonesia di kawasan
Timur Tengah. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis dampak kerjasama
perdagangan Indonesia dengan Uni Emirat Arab terhadap ekonomi makro dan
sektoral Indonesia.
Analisis dampak kerjasama Indonesia-Uni Emirat Arab dilakukan
menggunakan Global Trade Analysis Project (GTAP). Data yang digunakan
database GTAP versi 9 yaitu tahun 2004, 2007, dan 2011. Simulasi yang
dilakukan dalam penelitian ini adalah pengurangan tarif sebesar 50 persen dan 95
persen pada produk request offer dan semua sektor yang diperdagangkan. Produk
request offer hasil analisis RCA, dari Indonesia antara lain adalah textiles,
Vegetable oils and fats, dan Paper products, publishing. Sementara dari Uni
Emirat Arab antara lain Metal nec, Paper products, publishing dan
Vegetables,fruit,nut. Hasil analisis menunjukkan bahwa kerjasama tersebut
berpengaruh positif terhadap variabel makro Indonesia walaupun pengaruhnya
cenderung kecil. Variabel yang mengalami peningkatan yaitu kesejahteraan, PDB
riil, investasi, Inflasi serta konsumsi swasta dan pemerintah. Namun kerjasama
Indonesia-Uni Emirat Arab belum dapat menciptakan surplus pada neraca
perdagangan Indonesia.
Secara sektoral, kerjasama bilateral tersebut menyebabkan Indonesia
mengalami penurunan output di sebagian besar sektor yang diperdagangkan antara
Indonesia-Uni Emirat Arab. Penurunan output juga diikuti dengan peningkatan
ekspor yang tidak sebesar peningkatan impornya sehingga masih menciptakan
defisit neraca perdagangan. Pada tingkat permintaan tenaga kerja, peningkatan
permintaan tenaga kerja sebagian besar terjadi pada sektor yang mengalami
peningkatan output. Sektor yang terus mengalami peningkatan pada output,
ekspor serta permintaan tenaga kera di semua simulasi antara lain Vegetable oil
and fats, Textiles dan Paper product Publishing yang merupakan sektor yang
diajukan dalam request offer. Temuan pada penelitian ini bermanfaat bagi
pemerintah dalam merumuskan beberapa kebijakan pendamping yang perlu
dilakukan untuk meminimalisir kemungkinan dampak negatif terhadap sektorsektor
yang teridentifikasi sebagai sektor loser.
Collections
- MT - Economic and Management [3196]
