Show simple item record

dc.contributor.advisorKartodiharadjo, Hariadi
dc.contributor.advisorSundawati, Leti
dc.contributor.authorAmelia, Nur Rizky
dc.date.accessioned2019-07-24T07:38:48Z
dc.date.available2019-07-24T07:38:48Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/98578
dc.description.abstractPengukuhan Tahura Sulteng, pemberian izin kontrak karya kepada PT. Citra Palu Mineral (CPM) untuk menambang di kawasan Tahura Sulteng serta munculnya tambang ilegal yang dikelola oleh masyarakat Poboya menyebabkan perbedaan perspektif antara pemerintah dan masyakat. Perbedaan perspektif ini memunculkan konflik. Perspektif tata kelola hutan oleh masyarakat sangat berhubungan dengan modal sosial yang dimiliki masyarakat. Modal sosial dipercaya mampu mencegah dan menyelesaikan konflik Tetapi modal sosial saja tidak cukup untuk menyelesaikan konflik yang terjadi dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengidentifikasi dan menilai karakteristik individu dan kondisi modal sosial masyarakat dalam mengelola kawasan terkait pertambangan emas di Tahura Sulteng (2) Menganalisis bentuk perlawanan, faktor pembentuk dan aksi perlawanan masyarakat dalam mempertahankan tambang emas (3) Menganalisis hubungan antara modal sosial dengan konflik dan perlawanan masyarakat dalam mempertahankan tambang (4) Merumuskan strategi yang paling sesuai dalam rangka pengelolaan kawasan terkait pertambangan di Tahura Sulteng. Penelitian ini dilakukan di tambang Poboya yang berada dalam kawasan Tahura Sulawesi Tengah melalui wawancara mendalam, pengamatan terlibat dan studi literatur. Data dianalisis secara deksriptif kualitatif Kajian modal sosial masyarakat di tambang Poboya menggunakan konsep modal sosial Uphoff (2000) yaitu unsur─unsur berupa jaringan, norma, kepercayaan dan kepedulian. Perlawanan penambang di analisis menggunakan teori perlawanan Scott (1993) yang dibagi menjadi tiga oleh Cahyono (2012) yaitu aksi perlawanan diam─diam, aksi perlawanan konfrontatif dan aksi perlawanan negosiatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun modal sosial yang dimiliki masyarakat penambang pada kategori sedang namun dapat mendorong perlawanan masyarakat terhadap upaya penutupan tambang oleh pemerintah. Hal tersebut dipengaruhi oleh adanya common knowledge bahwa tambang merupakan satu-satunya sumber penghasilan mereka dan dukungan tokoh adat dan tokoh desa yang menjadi symbollic power, sehingga dapat menggerakkan aksi kolektif masyarakat penambang.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcForest Managementid
dc.subject.ddcSocial Capitalid
dc.subject.ddc2018id
dc.subject.ddcSulawesi Tengahid
dc.titlePeranan Modal Sosial Masyarakat Penambang Emas Dalam Mempertahankan Tambang Ilegal Di Taman Hutan Raya Sulawesi Tengahid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordhutanid
dc.subject.keywordtambangid
dc.subject.keywordmodal sosialid
dc.subject.keywordkonflikid
dc.subject.keywordaksi kolektifid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record