Show simple item record

dc.contributor.advisorSusila, Anas Dinurrohman
dc.contributor.advisorPurwono
dc.contributor.authorDeli, Syekh Zulfadli Arofah
dc.date.accessioned2019-07-02T03:21:15Z
dc.date.available2019-07-02T03:21:15Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/98209
dc.description.abstractCabai rawit termasuk salah satu komoditas sayuran yang berperan besar untuk memenuhi kebutuhan sebagai komoditas ekspor dan industri pangan dalam negeri. Perkembangan cabai rawit di Indonesia mengalami peningkatan produktivitas dari 5.70 menjadi 6.88 ton ha-1, hasil tersebut masih rendah dibandingkan dengan potensi produksinya mencapai 14.09 ton ha-1. Berbagai permasalahan muncul seperti pengaruh faktor lingkungan (iklim dan cuaca), serangan hama dan penyakit tanaman, teknik budidaya, potensi genetik tanaman serta kesuburan tanah yang rendah di berbagai wilayah menjadi faktor penyebab tanaman cabai rawit belum mencapai produksi maksimum. Hal tersebut menunjukkan bahwa masih diperlukan adanya perbaikan teknik budidaya tanaman untuk meningkatkan produksi tanaman. Pemupukan merupakan salah satu faktor penting dalam manajemen budidaya. Pemupukan menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan hasil tanaman. Namun dosis pupuk yang kurang tepat untuk tanaman cabai rawit menjadi penyebab rendahnya produktivitas cabai rawit nasional. Terdapat rekomendasi umum pemupukan baik yang dianjurkan oleh balai instansi pemerintah maupun pengembang varietas, akan tetapi dosis tersebut kurang tepat digunakan untuk memperoleh hasil maksimal pada budidaya cabai rawit menggunakan sistem irigasi tetes. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan sumber pupuk dan dosis optimum pupuk N untuk fertigasi melalui irigasi tetes. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Tajur II Pusat Kajian Hortikultura Tropika (PKHT) IPB Bogor, Jawa Barat pada bulan Januari sampai Agustus 2018. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terpisah (Split Plot Design) faktorial yang dialokasikan ke dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK). Rancangan disusun atas sumber pupuk N sebagai petak utama dengan tiga taraf, yaitu Urea, ZA dan NPK, sedangkan anak petak ialah dosis pupuk dengan lima taraf, yaitu 0, 115, 230, 345 dan 460 kg N ha-1, diulang sebanyak 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber pupuk N berpengaruh terhadap diameter batang, jumlah buah per tanaman, bobot buah per petak dan bobot buah per hektare. Pemberian pupuk N berpengaruh terhadap semua parameter perumbuhan, fisiologi dan hasil tanaman kecuali kualitas buah seperti diameter, panjang dan bobot per buah. Sumber pupuk NPK memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman. Tanaman cabai rawit memperoleh hasil maksimum bobot buah per petak (9.03 kg/petak) dan bobot buah per hektare (10.43 ton ha-1) diperoleh dengan pemberian dosis optimum N berkisar antara 259 sampai 287 kg N ha-1.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcAgronomyid
dc.subject.ddcChilli Pepperid
dc.subject.ddc2018id
dc.subject.ddcBogor-Jawa Baratid
dc.titleOptimasi Dosis Pupuk Nitrogen untuk Fertigasi melalui Irigasi Tetes pada Budidaya Tanaman Cabai Rawit dengan Mulsa Polyethyleneid
dc.typeThesisid
dc.subject.keyworddosis optimumid
dc.subject.keywordhasil maksimumid
dc.subject.keywordpemupukanid
dc.subject.keywordsumber pupukid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record