| dc.description.abstract | Kopi (Coffea sp.) merupakan salah satu tanaman perkebunan yang memiliki
nilai ekonomi tinggi. Produktivitas tanaman kopi dipengaruhi oleh banyak faktor
salah satunya hama dan penyakit. Penyakit kanker batang yang disebabkan oleh
Fusarium solani merupakan salah satu penyakit penting pada tanaman kopi. Survei
lapangan yang telah dilakukan sebelumnya memperlihatkan bahwa terdapat kaitan
antara penyakit kanker batang dengan aplikasi glifosat. Beberapa penelitian
menunjukkan bahwa penggunaan herbisida glifosat dapat meningkatkan
kerentanan penyakit tanaman, tetapi pengaruhnya terhadap patosistem kanker
batang kopi belum diteliti.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan herbisida
glifosat terhadap penyakit kanker batang kopi dan mekanisme fisiologi yang
mendasarinya. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Klinik Tanaman,
Departemen Proteksi Tanaman, Rumah Kaca Departemen Proteksi Tanaman IPB,
Laboratorium Biorin PAU IPB dan Laboratorium Pengujian Pusat Penelitian
Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia (LB-PPBBI) dari bulan Agustus 2017
sampai bulan November 2018. Penelitian dilakukan secara in vitro dan in planta
dengan perlakuan glifosat (0 , 4, 8 dan 16 ml l-l). Aplikasi glifosat dilakukan dengan
cara menyemprotkan glifosat di sekitar perakaran bibit tanaman kopi yang berumur
1 tahun. Tanaman kopi tersebut kemudian diinokulasi F. solani dengan teknik
penempelan pada batang. Percobaan terpisah dilakukan pada tanaman tanpa
inokulasi patogen dengan mengukur pigmen fotosintesis (klorofil dan karotenoid),
laju fotosintesis, konduktansi stomata, konsentrasi CO2 intraseluler dan transpirasi.
Untuk melihat respons tanaman kopi terhadap cekaman oksidatif dilakukan
pengukuran terhadap peroksidasi lipid, aktivitas enzim askorbat peroksidase (APX)
dan aktivitas enzim katalase (CAT). Percobaan in vitro dilakukan dengan mengukur
pertumbuhan koloni cendawan F. solani dengan perlakuan glifosat. Kanker batang
pada tanaman kopi yang diinokulasi diukur panjang, lebar dan kedalaman lukanya.
Pengujian in vitro menunjukkan bahwa glifosat bersifat antifungal terhadap
F.solani. Glifosat dengan konsentrasi 16 ml l-1 menghambat pertumbuhan F.solani
sebesar 100%. Pengujian in planta menunjukkan glifosat mampu meningkatkan
kerentanan tanaman kopi terhadap penyakit kanker batang, ditunjukkan oleh
meningkatnya kedalaman luka kanker. Perlakuan glifosat menurunkan nilai total
klorofil, klorofil a, klorofil b dan karoten pada 12 HSP. Perlakuan glifosat pada
semua konsentrasi pengujian menurunkan laju fotosintesis dan menaikkan
konsentrasi CO2 intraseluler, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap konduktansi
stomata dan laju transpirasi tanaman.
Perlakuan glifosat pada tanaman menyebabkan cekaman oksidatif yang
ditunjukkan dengan peningkatan peroksidasi lipid membran sel tanaman. MDA
merupakan produk dari peroksidasi lipid yang mengekspresikan tanaman dalam
keadaan tercekam. Penelitian ini menunjukkan kandungan MDA tanaman kopi
meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi glifosat. Respons tanaman kopi
dalam pengilangan ROS (Reactive Oxygen Species) atau cekaman oksidatif adalah
peningkatan aktivitas enzim APX dan CAT. Penelitian ini menunjukkan aktivitas
enzim APX dan CAT mengalami peningkatan setelah aplikasi glifosat. Secara
keseluruhan perlakuan glifosat membuat tanaman kopi lebih rentan terhadap infeksi
patogen. Peningkatan kerentanan tanaman tersebut disebabkan penurunan laju
fotosintesis, peningkatan konsentrasi CO2 intraseluler dan cekaman oksidatif. | id |