Show simple item record

dc.contributor.advisorSusila, Anas Dinurrohman
dc.contributor.advisorPurwono
dc.contributor.advisorSuketi, Ketty
dc.contributor.authorHamdani, Kiki Kusyaeri
dc.date.accessioned2019-06-25T00:34:29Z
dc.date.available2019-06-25T00:34:29Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/98013
dc.description.abstractPemupukan berperan untuk memenuhi kebutuhan hara tanaman yang tidak dapat disediakan secara optimal oleh tanah. Fertigasi merupakan proses pemberian pupuk bersamaan dengan air pada zona perakaran tanaman. Fertigasi melalui irigasi tetes dapat mengatasi kesulitan saat aplikasi pupuk dan irigasi pada penggunaan mulsa polyethylene. Beberapa keuntungan fertigasi lainnya yaitu distribusi pupuk seragam, menyediakan hara secara langsung ke dalam zona perakaran dalam bentuk tersedia, mencegah kehilangan hara akibat pencucian, efisiensi penggunaan pupuk dan air lebih tinggi, serta menghemat waktu dan tenaga kerja. Kalium (K) merupakan salah satu hara makro penting yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh sumber dan dosis optimum pupuk K melalui fertigasi dengan irigasi tetes pada budidaya tanaman cabai rawit menggunakan mulsa polyethylene. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai Agustus 2018 di Kebun Percobaan Tajur II, Pusat Kajian Hortikultura Tropika, IPB, dengan letak koordinat 60 37’ 21.81” Lintang Selatan dan 1060 44, 57.08” Bujur Timur, ketinggian tempat 250 m di atas permukaan laut, dan jenis tanah Latosol. Penelitian menggunakan Rancangan Split Plot pada rancangan lingkungan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Petak utama adalah perlakuan sumber pupuk K (KCl, ZK, NPK) dan anak petak adalah dosis pupuk K (0, 68, 136, 204, 272 kg K2O ha-1). Pupuk dasar yang terdiri dari 100% dosis pupuk TSP, 40% Urea, dan 40% pupuk K (KCl, ZK, NPK) diberikan saat preplant (1 minggu sebelum tanam) sebelum pemasangan mulsa polyethylene. Pemupukan susulan yang terdiri dari 60% Urea dan 60% pupuk K (KCl, ZK, NPK) diberikan melalui fertigasi dengan irigasi tetes sebanyak 10 kali mulai umur 1 sampai 10 MST dengan interval 1 minggu sekali sehingga dosisnya pada setiap kali perlakuan sebanyak 6%. Pupuk kandang sapi sebanyak 10 ton ha-1 diberikan 3 minggu sebelum tanam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dosis optimum pupuk K terbaik yaitu 101.11 kg K2O ha-1 untuk bobot buah per hektare dengan hasil maksimum 12.26 ton ha-1. Sumber pupuk NPK dan KCl menghasilkan bobot buah per tanaman, bobot buah per petak, dan bobot buah per hektare lebih tinggi dibandingkan ZK.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcPlant nutrientid
dc.subject.ddcCow manureid
dc.titleOptimasi Pupuk Kalium untuk Fertigasi melalui Irigasi Tetes pada Budidaya Tanaman Cabai Rawit dengan Mulsa Polyethyleneid
dc.typeThesisid
dc.subject.keyworddosis optimumid
dc.subject.keywordpemupukanid
dc.subject.keywordsumber pupukid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record