Pemodelan Pengaruh Opini Politik pada Twitter terhadap Nilai Tukar Rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan
View/ Open
Date
2019Author
Saputro, Agung Eddy Suryo
Notodiputro, Khairil Anwar
Indahwati
Metadata
Show full item recordAbstract
Volatilitas nilai tukar Rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)
dapat digunakan untuk menggambarkan kondisi ekonomi di Indonesia. Volatilitas
nilai tukar Rupiah dan IHSG baik secara langsung maupun tidak langsung
dipengaruhi oleh Pemilihan Kepala Daerah di Indonesia. Twitter memberikan
informasi politik tentang Pemilihan Kepala Daerah dengan sejumlah besar data (big
data).
Tujuan pertama dari penelitian ini adalah mengkaji dan menganalisis
sentimen politik di 17 provinsi yang melaksanakan Pemilihan Gubernur. Tujuan
kedua dari penelitian ini adalah menganalisis kinerja Least Absolute Shrinkage and
Selection Operator (LASSO) dan Model Averaging. Kriteria evalusi kinerja dari
LASSO dan Model Averaging dalam penelitian ini adalah Root Mean Square Error
(RMSE) dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE).
Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan selama sebulan sebelum
dan sebulan sesudah Pemilihan Kepala Daerah, yaitu tanggal 27 Mei 2018 – 27 Juli
2018. Data yang digunakan dalam penelitian ini ada dua jenis, yaitu data
administrasi dan data tekstual. Data administrasi yang dikumpulkan adalah nilai
tukar Rupiah dan IHSG. Data tekstual yang dikumpulkan berasal dari Twitter. Data
tekstual tersebut diproses dengan metode penambangan teks. Hasil penambangan
teks menghasilkan data yang berstruktur data dimensi tinggi. Metode LASSO dan
Model Averaging memiliki kemampuan untuk memodelkan data dimensi tinggi.
Model Averaging dalam penelitian ini dibangun dengan random dan marginal
correlation. Metode penduga parameter yang digunakan dalam Model Averaging
dalam penelitian ini adalah Ridge Regression. Pembobot yang digunakan untuk
Model Averaging dalam penelitian ini adalah Akaike Information Criterion (AIC).
Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar propinsi memiliki
persentase sentimen positif yang lebih besar daripada sentimen negatif dan
sentimen netralnya. Hasil prediksi metode LASSO dan Model Averaging belum
memuaskan untuk memprediksi volatilitas nilai tukar Rupiah. Hal ini dikarenakan
data nilai tukar Rupiah memiliki 27.42% data observasi bernilai sama. Model
Averaging yang dibangun dengan metode random memiliki hasil prediksi yang
lebih baik dibandingkan metode yang lain untuk memprediksi pengaruh opini
politik terhadap IHSG dan hasil prediksinya cukup memuaskan.
