Show simple item record

dc.contributor.advisorNurmalina, Rita
dc.contributor.advisorWinandi, Ratna
dc.contributor.authorSurahman, Taufiq
dc.date.accessioned2019-05-27T04:11:58Z
dc.date.available2019-05-27T04:11:58Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/97718
dc.description.abstractCabai merah keriting merupakan salah satu komoditas hortikultura yang mendapat perhatian khusus dari pemerintah karena pergerakan harga yang terjadi dapat mempengaruhi perekonomian di Indonesia. Hal tersebut dapat dilihat dari dampaknya yang mampu menyebabkan inflasi. Terdapat gap harga cabai merah keriting yang cukup besar di antara tingkat petani dan konsumen yang mengakibatkan terciptanya marjin pemasaran yang tinggi. Marjin pemasaran yang tinggi akan berdampak pada rendahnya farmer’s share, sehingga diduga bahwa pemasaran tersebut tidak efisien secara operasional. Harga merupakan salah satu faktor penentu bagi petani untuk menjual hasil panen mereka. Mayoritas petani cabai merah keriting yang berada di daerah sentra masih banyak yang menjual kepada pedagang yang menawarkan harga relatif lebih kecil dibandingkan dengan pedagang yang lainnya. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi petani dalam menjual hasil panennya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efisiensi pemasaran operasional dan harga pada cabai merah keriting di Kabupaten Cianjur, serta ingin mengkaji faktor apa saja yang mempengaruhi petani dalam memilih kepada siapa mereka akan menjual hasil panennya. Analisis efisiensi pemasaran operasional menggunakan indikator marjin pemasaran, farmer’s share, dan rasio keuntungan terhadap biaya. Analisis efisiensi pemasaran harga menggunakan indikator integrasi pasar secara vertikal. Analisis data kuantitatif menggunakan Microsoft Excel 2016, SPSS dan Eviews 9. Data yang digunakan untuk analisis efisiensi operasional yaitu data primer yang diperoleh dari petani dan lembaga pemasaran yang terlibat, sedangkan untuk analisis efisiensi harga yaitu data harian harga cabai merah keriting di tingkat petani dan lembaga pemasaran yang terlibat yang diperoleh dari Pusat Data dan Informasi Pertanian, Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur dan PD Pasar Pakuan Jaya Bogor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima saluran pemasaran cabai merah keriting di Kabupaten Cianjur yang melibatkan empat lembaga pemasaran seperti pedagang pengumpul, pedagang grosir Pasar Induk Kemang Bogor, pedagang pengecer bogor, Gapoktan Mujagi dan Dirjen Hortikultura. Sebagian besar petani (62.86%) memilih saluran pemasaran melalui pedagang pengumpul karena kurangnya akses terhadap permodalan. Hanya petani yang bertindak sebagai pedagang pengumpul saja yang dapat menjual hasil panen mereka langsung ke pedagang grosir Pasar Induk Kemang Bogor. Sistem pemasaran cabai merah keriting di Kabupaten Cianjur sudah efisien secara operasional. Penentuan saluran yang relatif lebih efisien dibedakan berdasarkan daerah produksi dimana saluran pemasaran yang relatif lebih efisien yaitu terdapat pada saluran pemasaran 2 (Petani→Pedagang pengumpul→Pedagang grosir pasar induk→Pedagang pengecer→Konsumen) untuk saluran pemasaran yang berada di Sukanagara dan saluran pemasaran 4 (Petani→Gapoktan→Restoran) untuk saluran pemasaran yang berada di Pacet. Dapat dikatakan bahwa pemasaran cabai merah keriting di Kabupaten Cianjur sudah efisien secara operasional karena share harga yang diperoleh petani diatas 40%. Secara parsial variabel biaya pengiriman (pengangkutan), volume penjualan, dan lokasi produksi mempengaruhi pemilihan saluran pemasaran secara signifikan pada taraf nyata hingga lima persen (5%). Sedangkan usia petani, pengalaman usahatani, pendidikan dan harga jual yang tidak berpengaruh secara signifikan dalam mempengaruhi pilihan saluran pemasaran yang dilakukan oleh petani cabai merah keriting di Kabupaten Cianjur. Analisis efisiensi harga menunjukkan bahwa sistem pemasaran cabai merah keriting di Kabupaten Cianjur belum efisien secara harga karena salah satu tingkat pasar belum dapat mempergunakan harga pada periode yang lalu (past prices) secara tepat dalam penentuan harga pada saat ini. Oleh karena itu, pasar tersebut belum dapat memeragakan fungsinya secara efisien jika memanfaatkan semua informasi yang tersedia. Salah satu penyebabnya karena penjualan cabai merah keriting di Kabupaten Cianjur oleh petani menuju ke pedagang grosir Pasar Induk Kemang Bogor di jembatani oleh pedagang pengumpul. Diduga informasi mengenai pergerakkan harga di tingkat petani dan pedagang grosir Pasar Induk Kemang Bogor tidak tersampaikan secara sempurna oleh pedagang pengumpul. Oleh karena itu, tidak terjadi integrasi antara petani di Kabupaten Cianjur dengan pedagang grosir di Pasar Induk Kemang Bogor.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcAgribusinessid
dc.subject.ddcMarketingid
dc.subject.ddc2017id
dc.subject.ddcCianjur-Jawa Baratid
dc.titleAnalisis Sistem Pemasaran Cabai Merah Keriting (Capsicum annuum L.) di Kabupaten Cianjurid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordcabai merah keritingid
dc.subject.keywordfarmer’s shareid
dc.subject.keywordintegrasi pasar vertikalid
dc.subject.keywordmarjin pemasaranid
dc.subject.keywordpilihan saluran pemasaranid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record