Show simple item record

dc.contributor.advisorMunandar, Aris
dc.contributor.advisorBudiarti, Tati
dc.contributor.authorSafia
dc.date.accessioned2019-05-24T03:41:39Z
dc.date.available2019-05-24T03:41:39Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/97667
dc.description.abstractPenataan tata hijau merupakan salah satu hasil dari interaksi budaya masyarakat terhadap lingkungan tempat tinggal sehingga terbentuknya sebuah pola tata hijau dengan karakter tertentu. Guna memperoleh gambaran yang nyata mengenai tata hijau lanskap permukiman perlu dilakukan kajian mengenai tata hijau lanskap permukiman etnis Aceh di kabupaten Aceh Utara berbasis budaya masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah menyusun konsep karakter penciri pola tata hijau permukiman Aceh Utara berbasis budaya berdasarkan: 1) mengakaji dan menganalisis karakteristik tata hijau etnis Aceh saat ini di wilayah Aceh Utara, 2) menganalisis penataan tata hijau permukiman, peran dan fungsinya ditinjau dari sudut pandang budaya masyarakat setempat, dan 3) mengidentifikasi karakter penataan tata hijau permukiman etnis Aceh di Kabupaten Aceh Utara berbasis budaya. Penelitian ini dilakukan pada dua lokasi yang dipilih untuk dapat merepresentatifkan karakter tata hijau di kawasan atas pada gampong Meunasah Buket, kecamatan Kuta Makmur dan kawasan Pesisir pada gampong Meunasah Blang Kabu, kecamatan Samudera. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan pada lokasi pengamatan tata ruang hijau yang dikaji diantaranya adalah pekarangan, jalur hijau jalan, area konsevasi, kebun/ ladang dan fasilitas umum. Data didapatkan melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Analisis yang dilakukan adalah analisis struktur ruang tata hijau, analisis komposisi tanaman pada tata hijau serta analisis fungsi ruang tata hijau dan fungsi tanaman dalam budaya masyarakat. Hasil penelitian menunjukan terdapat 3 jenis tipe tanaman berdasarkan fungsinya yaitu tanaman produktif, tanaman hias, dan tanaman pembatas lahan. Nilai indeks Margalef dan Shanon- Wiener menunjukan pada tata hijau permukiman di kawasan pesisir memiliki kearagaman spesies yang tinggi dibandingkan dengan kawasan atas. Sementara itu, nilai indeks Sorensen mengindikasikan kesamaan jenis tanaman sebesar 80% pada pekarangan dan 75% pada kebun/ ladang. Adapun fungsi ruang pada lokasi penelitian dikelompokan menjadi 4 fungsi yaitu fungsi produksi, fungsi sosial, estetika dan ameriolasi iklim. Fungsi tanaman dalam budaya berdasarkan analisis Indexs Cultural Significance paling tinggi dimiliki oleh tanaman kelapa dan pisang.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcLandscape Architectureid
dc.subject.ddcPlanting Plantid
dc.subject.ddc2016id
dc.subject.ddcAcehid
dc.titleKajian Tata hijau Lanskap Permukiman Etnis Aceh di Kabupaten Aceh Utara Berbasis Budayaid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordPermukiman Aceh Utaraid
dc.subject.keywordSosial budayaid
dc.subject.keywordTata hijauid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record