Dampak Integrasi Ekonomi Indian Ocean Rim Association (IORA) terhadap Ekonomi Makro dan Sektoral Indonesia
View/ Open
Date
2019Author
Massijaya, Nur Kardina
Widyastutik
Novianti, Tanti
Metadata
Show full item recordAbstract
Diversifikasi pasar merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kinerja ekspor dengan strategi mengubah fokus pasar tujuan ekspor. Sebagai langkah diversifikasi, Indonesia bergabung ke dalam Indian Ocean Rim Association (IORA) yang merupakan asosiasi 21 negara yang terletak di pesisir Samudera Hindia. Kerangka kerja sama IORA dapat menjadi salah satu gerbang Indonesia dalam diversifikasi ekspor, sehingga Indonesia dapat memperbaiki kinerja ekspor yang belum maksimal ke negara-negara Afrika yang juga bergabung dalam IORA. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dampak integrasi ekonomi IORA terhadap ekonomi makro dan sektoral Indonesia. Metode yang digunakan adalah metode Revealed Comparative Advantage (RCA) dan model Global Trade Analysis Project. Penelitian ini menggunakan data dari data dasar GTAP versi 9.0.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi ekonomi IORA pada semua simulasi berpengaruh positif terhadap kesejahteraan dan GDP riil, di mana simulasi penurunan tarif sebesar 95% pada semua sektor memberikan dampak kesejahteraan dan peningkatan GDP riil terbesar dibandingkan simulasi lainnya. Di sisi lain, integrasi ekonomi IORA memberikan dampak negatif terhadap neraca perdagangan. Kerangka kerja sama ekonomi dalam bentuk penurunan tarif menyebabkan defisit neraca perdagangan, surplus neraca perdagangan terjadi pada simulasi penurunan tarif sebesar 95% yaitu penurunan tarif hanya pada sektor request offer. Analisis pada ekonomi sektoral menunjukkan hal yang sama, di mana di bawah kerangka kerja sama IORA mayoritas output Indonesia mengalami penurunan, kecuali pada sektor vegetable oils and fats, oil seeds, motor vehicles and parts, construction, sea transport, sektor jasa, dan dwellings. Sejalan dengan output, kesempatan kerja mayoritas sektor pun mengalami penurunan, kecuali sektor-sektor yang mengalami peningkatan output.
Analisis terhadap ekspor menunjukkan hanya sektor vegetable oils and fats, crops, motor vehicles and parts dan dwellings yang konsisten mengalami peningkatan di semua simulasi. Berbeda dengan ekspor, pada semua simulasi mayoritas sektor mengalami peningkatan impor. Angka impor yang melebihi ekspor terbesar ditemui pada simulasi penurunan tarif sebesar 95% pada semua sektor. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa Indonesia dapat bergabung dengan kerjasama IORA dalam bentuk PTA, di mana penurunan tarif hanya pada sektor-sektor yang memiliki keunggulan di IORA. Untuk persiapan kerjasama integrasi yang lebih tinggi seperti FTA, peningkatan daya saing mutlak harus dilakukan.
Collections
- MT - Economic and Management [3196]
