Show simple item record

dc.contributor.advisorHarlina, Eva
dc.contributor.advisorSatrija, Fadjar
dc.contributor.authorRangkuti, Ahmad Munawar
dc.date.accessioned2019-05-21T02:29:41Z
dc.date.available2019-05-21T02:29:41Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/97600
dc.description.abstractDalam dunia forensik veteriner, pembusukan dapat digunakan untuk menentukan waktu kematian hewan. Oleh karena itu dibutuhkan suatu standar pembusukan pada satwa akuatik, khususnya udang. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari perubahan post mortem udang vaname (Litopenaeus vannamei) 46 jam setelah kematian. Sebanyak 72 ekor udang vaname dieutanasia pada suhu - 16oC selama 120 menit. Kemudian udang dibagi menjadi 24 kelompok yang masing-masing kelompok terdiri atas 3 ekor udang. Perubahan makroskopik udang diamati setiap 2 jam, yaitu pada jam ke-0, 2, 4, 6, 8, 10, 12, 14, dan 46. Hasil penelitian menunjukkan perubahan warna otot terjadi pada jam ke-2 setelah kematian, bau busuk tercium pada jam ke-6 setelah kematian, kekeruhan mata terjadi pada jam ke-8 setelah kematian, kehadiran lalat mulai tampak pada jam ke- 8 setelah kematian, kekeruhan air terjadi pada jam ke-12 setelah kematian seiring dengan munculnya lendir, dan konsistensi otot udang menjadi lunak pada jam ke- 16 setelah kematian. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan dalam forensik veteriner satwa akuatik khususnya udang air laut.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcAnimal Pathologyid
dc.subject.ddcPost Mortemid
dc.subject.ddc2017id
dc.subject.ddcBogor-Jawa Baratid
dc.titlePerubahan Post Mortem Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Hingga 46 Jam Setelah Kematian.id
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordforensik veterinerid
dc.subject.keywordpembusukanid
dc.subject.keywordudang vanameid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record