View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Plant Protection
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Plant Protection
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengaruh PGPR dan Stres Kekeringan terhadap Perkembangan Penyakit Mati Mendadak (Valsa euginae) Tanaman Cengkeh.

      Thumbnail
      View/Open
      Full Text (12.66Mb)
      Date
      2019
      Author
      Budi, Ferri Stya
      Widodo
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Cengkeh merupakan tanaman rempah asli Indonesia yang memiliki banyak manfaat dan nilai ekonomi tinggi. Salah satu penyakit cengkeh yang menyerang dalam area yang luas di Indonesia pada saat ini adalah penyakit mati mendadak yang disebabkan oleh cendawan patogen Valsa euginae. Stres kekeringan adalah faktor predisposisi utama dalam peningkatan perkembangan penyakit tersebut. Sampai saat ini pengendalian secara kimia belum efektif mengendalikan V. euginae. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dan stres kekeringan terhadap perkembangan penyakit mati mendadak cengkeh, khususnya masa inkubasi penyakit, insidensi dan keparahan penyakit, jumlah kalus terbentuk, ukuran kanker kulit batang, dan kedalaman nekrosis kanker. Penelitian menggunakan percobaan dua faktor dalam rancangan acak kelompok dengan dua perlakuan, yaitu stres kekeringan berdasar persentase kadar air dari nilai kapasitas lapang (KAKL) dan PGPR. Stres kekeringan dikakukan pada tiga tingkat yaitu W1 = 80% (kontrol atau tanpa stres kekeringan), W2 = 60%, dan W3 = 50% dari kadar air kapasitas lapang (KAKL). Perlakuan PGPR terbagi menjadi dua yaitu P1 = dengan PGPR dan P2 = tanpa PGPR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres kekeringan memberikan pengaruh yang nyata terhadap beberapa indikator perkembangan penyakit, kecuali kedalaman nekrosis, sedangkan perlakuan PGPR dan interaksinya dengan stres kekeringan tidak berpengaruh nyata, kecuali pada ukuran kanker kulit batang. Perlakuan stres kekeringan W2 = 60% dan W3 = 50% KAKL secara signifikan mampu mempercepat masa inkubasi penyakit, meningkatkan insidensi dan keparahan penyakit, dan mengurangi jumlah kalus yang terbentuk.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/97572
      Collections
      • UT - Plant Protection [2516]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository