| dc.description.abstract | Celosia cristata L. atau jengger ayam banyak dimanfaatkan untuk tanaman
hias lansekap, bunga potong dan dimanfaatkan sebagai tanaman obat tradisional
yang berfungsi untuk mengobati penyakit mata dan peredaran darah. Sebagai
bunga potong C. cristata memiliki waktu produksi bunga yang panjang dan
spektrum warna bunga yang sempit. Pemuliaan secara hibridisasi terkendala
karena tanaman ini termasuk tanaman menyerbuk sendiri, bunga berbentuk
majemuk dan berukuran kecil. Cara lain untuk meningkatkan keragaman adalah
mutasi induksi menggunakan sinar gamma. Tujuan dari penelitian ini adalah
mendapatkan metode aklimatisasi planlet C. cristata yang efektif serta
meningkatkan keragaman genetik dan kandungan kimia C. cristata sehingga
mendapatkan mutan putatif hasil iradiasi sinar gamma.
Iradiasi pada penelitian ini dilakukan dengan 2 bahan yaitu planlet dan biji
terbagi menjadi 3 percobaan. Percobaan pertama yaitu penambahan paclobutrazol
pada media pra-aklimatisasi. Hasil percobaan pertama diaplikasikan untuk
aklimatisasi planlet yang telah diradiasi sinar gamma. Metode efektif untuk
aklimatisasi C. cristata adalah dengan menambahkan Ca pantotenat 0.5 ppm dan
paclobutrazol 2 ppm pada media pra-aklimatisasi. Cara tersebut dapat
meningkatkan persentase hidup planlet sampai 91.67%. Percobaan kedua yaitu
iradiasi sinar gamma pada planlet dengan dosis 0-75 gray dan kisaran LD50 pada
generasi MV6. Percobaan ketiga yaitu iradiasi sinar gamma pada biji pada dosis
LD50 dengan teknik radiasi tunggal dan berulang. Radiasi berulang dilakukan pada
tanaman M2 dengan dosis 250 gray. Hasil percobaan kedua dan ketiga dapat
diketahui bahwa iradiasi sinar gamma dapat meningkatkan keragaman genetik C.
cristata. Perubahan karakter morfologi terjadi pada bentuk dan warna batang,
daun dan bunga tanaman hasil iradiasi sinar gamma. Kandungan senyawa tanin
dan triterpenoid teridenfitifikasi pada tanaman hasil iradiasi sinar gamma asal
planlet. 9 tanaman yang berpotensi sebagai mutan putatif pada iradiasi sinar
gamma pada planlet antara lain C1U2 5.1.1, C1U3 2.3.1, D1U1 11.3.2.1.1.1,
D1U1 12.2.4.1.1.1, D2U2 8.1.1.2.1.1, D2U3 7.1.2.2.1.1, D3U2 10.1.1.2.1.1,
D3U3 8.1.1.1.3.1 dan D3U3 15 2.3.4.1.1. Iradiasi sinar gamma pada biji
didapatkan 10 tanaman yang berpotensi sebagai mutan putatif yaitu B1 9.1, C1
13.3, C1 26.1, D1 46.2, D2 15.3, B3 16 + 250.1, D1 11 + 250.1, D1 19 + 250.1,
D1 23 + 250.2 dan D3 5 + 250.2. | id |