Show simple item record

dc.contributor.advisorAisyah, Syarifah Iis
dc.contributor.advisorSukma, Dewi
dc.contributor.authorMuhallilin, Izzatul
dc.date.accessioned2019-05-20T02:37:35Z
dc.date.available2019-05-20T02:37:35Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/97523
dc.description.abstractCelosia cristata L. atau jengger ayam banyak dimanfaatkan untuk tanaman hias lansekap, bunga potong dan dimanfaatkan sebagai tanaman obat tradisional yang berfungsi untuk mengobati penyakit mata dan peredaran darah. Sebagai bunga potong C. cristata memiliki waktu produksi bunga yang panjang dan spektrum warna bunga yang sempit. Pemuliaan secara hibridisasi terkendala karena tanaman ini termasuk tanaman menyerbuk sendiri, bunga berbentuk majemuk dan berukuran kecil. Cara lain untuk meningkatkan keragaman adalah mutasi induksi menggunakan sinar gamma. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan metode aklimatisasi planlet C. cristata yang efektif serta meningkatkan keragaman genetik dan kandungan kimia C. cristata sehingga mendapatkan mutan putatif hasil iradiasi sinar gamma. Iradiasi pada penelitian ini dilakukan dengan 2 bahan yaitu planlet dan biji terbagi menjadi 3 percobaan. Percobaan pertama yaitu penambahan paclobutrazol pada media pra-aklimatisasi. Hasil percobaan pertama diaplikasikan untuk aklimatisasi planlet yang telah diradiasi sinar gamma. Metode efektif untuk aklimatisasi C. cristata adalah dengan menambahkan Ca pantotenat 0.5 ppm dan paclobutrazol 2 ppm pada media pra-aklimatisasi. Cara tersebut dapat meningkatkan persentase hidup planlet sampai 91.67%. Percobaan kedua yaitu iradiasi sinar gamma pada planlet dengan dosis 0-75 gray dan kisaran LD50 pada generasi MV6. Percobaan ketiga yaitu iradiasi sinar gamma pada biji pada dosis LD50 dengan teknik radiasi tunggal dan berulang. Radiasi berulang dilakukan pada tanaman M2 dengan dosis 250 gray. Hasil percobaan kedua dan ketiga dapat diketahui bahwa iradiasi sinar gamma dapat meningkatkan keragaman genetik C. cristata. Perubahan karakter morfologi terjadi pada bentuk dan warna batang, daun dan bunga tanaman hasil iradiasi sinar gamma. Kandungan senyawa tanin dan triterpenoid teridenfitifikasi pada tanaman hasil iradiasi sinar gamma asal planlet. 9 tanaman yang berpotensi sebagai mutan putatif pada iradiasi sinar gamma pada planlet antara lain C1U2 5.1.1, C1U3 2.3.1, D1U1 11.3.2.1.1.1, D1U1 12.2.4.1.1.1, D2U2 8.1.1.2.1.1, D2U3 7.1.2.2.1.1, D3U2 10.1.1.2.1.1, D3U3 8.1.1.1.3.1 dan D3U3 15 2.3.4.1.1. Iradiasi sinar gamma pada biji didapatkan 10 tanaman yang berpotensi sebagai mutan putatif yaitu B1 9.1, C1 13.3, C1 26.1, D1 46.2, D2 15.3, B3 16 + 250.1, D1 11 + 250.1, D1 19 + 250.1, D1 23 + 250.2 dan D3 5 + 250.2.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcPlant Biotechnologyid
dc.subject.ddcGenetic Diversityid
dc.subject.ddc2018id
dc.subject.ddcBogor-Jawa Baratid
dc.titleOptimasi Metode Aklimatisasi dan Iradiasi Sinar Gamma untuk Meningkatkan Keragaman Genetik dan Kandungan Kimia pada Jengger Ayam (Celosia cristata L.).id
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordin vitroid
dc.subject.keywordmutan putatifid
dc.subject.keywordmutasiid
dc.subject.keywordpaclobutrazolid
dc.subject.keywordtanaman hiasid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record