Show simple item record

dc.contributor.advisorHilwan, Iwan
dc.contributor.advisorWibowo, Cahyo
dc.contributor.authorFathia, Arin Annisa
dc.date.accessioned2019-05-17T07:22:20Z
dc.date.available2019-05-17T07:22:20Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/97412
dc.description.abstractKebakaran hutan dan lahan dapat menyebabkan kerusakan ekosistem hutan. Kebakaran yang terus berulang menyebabkan suksesi secara alami menjadi terganggu. Oleh karena itu, untuk memperbaiki dan meningkatkan kembali produktivitas lahan pasca kebakaran di Kalimantan Tengah, perlu dilakukan rehabilitasi lahan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis morfologi tanah, sifat fisik dan kimia tanah pada masing-masing jenis tanah, menganalisis respon pertumbuhan tanaman kehutanan pada masing-masing jenis tanah dengan berbagai teknik silvikultur yang diterapkan, dan mengidentifikasi gangguan kesehatan masing-masing tanaman. Penelitian ini terdiri atas enam kombinasi perlakuan, yaitu kontrol, perlakuan pemberian dolomit, biochar dan kompos, serta perlakuan pemberian dolomit dan NPK yang ditanam secara acak dan baris. Tanaman kehutanan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Paraserianthes falcataria, Antocephalus cadamba, Acacia mangium, dan Campnosperma auriculata. Sampel tanah di lokasi penelitian juga diambil untuk dianalisis sifat fisik dan kimianya di laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah Podsol ditandai dengan adanya horizon bawah penciri yaitu horizon E albik dan B spodik, tanah Acrisol ditandai dengan adanya horizon argilik, sedangkan tanah Cambisol ditandai dengan adanya horizon kambik. Tanah Podsol mempunyai tekstur pasir sampai lempung berpasir, tanah Acrisol mempunyai tekstur klei sampai klei berdebu, dan tanah Cambisol mempunyai tekstur tekstur lempung berpasir sampai lempung klei berpasir. Sifat fisik tanah Cambisol (bulk density, porositas dan drainase tanah) lebih baik dibandingkan tanah Acrisol dan Podsol. Ditinjau dari sifat kimianya, tanah Cambisol dan Acrisol cenderung lebih subur dibandingkan dengan tanah Podsol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemupukan berpengaruh nyata terhadap pertambahan tinggi, diameter dan jumlah daun tanaman. Perlakuan yang berpengaruh nyata pada tanah podsol adalah perlakuan pemberian dolomit, biochar dan kompos yang ditanam secara acak dan baris. Pada jenis tanah Acrisol perlakuan yang berpengaruh nyata adalah perlakuan pemberian dolomit dan NPK serta perlakuan pemberian dolomit, biochar dan kompos yang ditanam secara acak dan baris. Adapun pada jenis tanah Cambisol perlakuan yang berpengaruh nyata adalah perlakuan pemberian dolomit dan NPK yang ditanam secara acak dan baris. Pertumbuhan tanaman terbaik berturut-turut adalah A. mangium, P. falcataria, A. cadamba, dan C. auriculata. Gejala gangguan kesehatan yang ditemukan cenderung beragam pada masing-masing tanaman. Gejala gangguan kesehatan yang ditemukan pada P. falcataria adalah daun berlubang, pada spesies A. cadamba adalah daun berlubang dan nekrosis, pada A. mangium adalah daun berlubang, embun jelaga, bercak daun dan karat daun, dan pada C. auriculata adalah daun berlubang, klorosis dan nekrosis.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcTropical Silvicultureid
dc.subject.ddcForestry Plantid
dc.subject.ddc2018id
dc.subject.ddcKalimantan Tengahid
dc.titleRespon Pertumbuhan Tanaman Kehutanan pada Area Rehabilitasi Lahan dengan Jenis Tanah yang Berbeda di Kabupaten Gunung Mas Kalimantan Tengah.id
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordjenis tanahid
dc.subject.keywordpemupukanid
dc.subject.keywordrespon pertumbuhanid
dc.subject.keywordtanaman kehutananid
dc.subject.keywordteknik penanamanid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record