Show simple item record

dc.contributor.advisorRustiadi, Ernan
dc.contributor.advisorPribadi, Didit Okta
dc.contributor.authorWulandari, Siti
dc.date.accessioned2019-05-02T06:05:28Z
dc.date.available2019-05-02T06:05:28Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/97155
dc.description.abstractKawasan Puncak Bogor merupakan bagian dari Sub DAS Ciliwung Hulu yang memiliki nilai strategis dalam melindungi wilayah ekosistem DAS Ciliwung. Wilayah tersebut memiliki perencanaan sebagai wilayah penyeimbang ekologi untuk menjaga daerah resapan air, pencegah banjir, dan pencegah erosi. Namun, pada kenyataannya saat ini telah terjadi inkonsistensi antara pemanfaatan ruang dengan peruntukan ruang yang terkait dengan persoalan pemilikan/penguasaan lahan. Inkonsistensi tata ruang berdampak negatif bagi lingkungan seperti banjir dan longsor. Area-area lokasi inkonsistensi tata ruang tersebar dalam berbagai tipologi pola ruang yang berasosiasi dengan berbagai faktor yang berimplikasi perlunya perbedaan pendekatan pengendaliannya. Penelitian yang memberikan pemahaman keterkaitan pola spasial inkonsistensi tata ruang dengan status pemilik/penguasaan lahan masih jarang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Menganalisis inkonsistensi pemanfaatan ruang di Sub DAS Ciliwung Hulu, 2) Menganalisis pola spasial patch (persil) inkonsistensi pemanfaatan ruang di Sub DAS Ciliwung Hulu; 3) Menganalisis tipologi wilayah inkonsistensi pemanfaatan ruang di Sub DAS Ciliwung Hulu; 4) Menganalisis hubungan tipologi wilayah dengan status kepemilikan-penguasan lahan di Sub DAS Ciliwung Hulu. Inkonsistensi pemanfaatan ruang dianalisis menggunakan metode overlay antara peta penggunaan lahan Tahun 2012 dengan peta RTRW Tahun 2005-2025. Dasar menentukan wilayah inkonsistensi pemanfaatan ruang yaitu metode Soil Conservations (SCS Method). Pola spatial patch (persil) dari tiap jenis inkonsistensi pemanfaatan ruang dan tipologi wilayah yang mengalami inkonsistensi pemanfaatan ruang dianalisis menggunakan metode spatial clustering. Status kepemilikan-penguasaan lahan pada tiap tipologi wilayah dianalisis menggunakan metode overlay antara peta spatial clustering dengan peta status kepemilikan-penguasaan lahan. Sintesis penelitian ini berupa arahan pemanfaatan ruang pada tiap tipologi wilayah inkonsistensi di Kawasan Puncak. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder diantaranya peta penggunaan lahan dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) tahun 2012, Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bogor tahun 2005-2025, peta DAS Ciliwung Hulu, peta administrasi kecamatan dan desa, data BPS. Hasil penelitian menunjukan bahwa di Kawasan Puncak sub DAS Ciliwung Hulu terdapat 18 jenis inkonsistensi pemanfaatan ruang. Jenis inkonsistensi pemanfaatan ruang terluas terjadi pada peruntukan lahan hutan lindung dengan penggunaan lahan pertanian (1,678 ha atau 56.49 % dari total luas area inkonsistensi). Hasil analisis LMs menunjukan inkonsistensi di kawasan Sub DAS Ciliwung Hulu terbagi menjadi dua kelompok diantaranya. Kelompok pertama yaitu kelompok jenis inkonsistensi pemanfaatan ruang dengan cangkupan luasan wilayah yang luas, didominasi oleh jenis inkonsistensi peruntukan lahan hutan (HTN) dengan penggunaan lahan pertanian (PTN). Karakteristik wilayah inkonsistensi HTN-PTN tersebut antara lain memiliki panjang tepi patch yang luas, dan cenderung mendominasi peristiwa inkonsistensi pemanfaatan ruang di Sub DAS Ciliwung Hulu (nilai indeks Class of Area (CA), Largest Patch Index (LPI), dan Total Edge (TE) yang tinggi). Sedangkan kelompok kedua yaitu menyebar secara acak, tidak luas, mudah diakses, patch yang beraneka ragam (nilai Number of Patch (NP), Patch Density (PD), dan Largest Patch Index (LSI) yang tinggi). Jenis inkonsistensi pemanfaatan ruang pada kelompok kedua didominasi oleh jenis inkonsistensi peruntukan lahan pertanian (PTN) dengan penggunaan lahan permukiman (PMK). Analisis tipologi wilayah membagi wilayah menjadi dua klaster. Klaster 1 mengelompokkan desa-desa dengan jenis inkonsistensi pemanfaatan ruang yang didominasi area peruntukan lahan pertanian dengan eksisting penggunaan lahan permukiman (PTN-PMK). Sedangkan klaster 2 didominasi inkonsistensi pemanfaatan ruang kawasan hutan dengan penggunaan lahan pertanian (HTN-PTN) dan permukiman (HTN-PMK). Wilayah inkonsistensi di klaster 1 didominasi oleh status lahan hak milik dan tanah negara belum terdaftar, Sedangkan pada wilayah inkonsistensi klaster 2 didominasi dengan status lahan Hak Guna Usaha (HGU) dan tanah negara belum terdaftar.id
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcRegional Planningid
dc.subject.ddcLand Tenureid
dc.subject.ddc2017id
dc.subject.ddcBogor-Jawa Baratid
dc.titlePola Spasial Inkonsistensi Pemanfaatan Ruang dengan Keterkaitan Status Kepemilikan-Penguasaan Lahannya di Sub DAS Ciliwung Huluid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordinkonsistensiid
dc.subject.keywordtata ruangid
dc.subject.keywordspatial clusteringid
dc.subject.keywordlanskap metrikid
dc.subject.keywordsub DAS Ciliwung Huluid
dc.subject.keywordstatus lahanid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record