Show simple item record

dc.contributor.authorAgustin, Annisa Farah
dc.date.accessioned2019-03-18T04:15:52Z
dc.date.available2019-03-18T04:15:52Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/96908
dc.description.abstractPulau Sumba termasuk dalam wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia. Pulau ini dibagi menjadi empat Kabupaten, yaitu: Sumba Barat, Sumba Barat Daya, Sumba Tengah, dan Sumba Timur. Pulau Sumba berbatasan dengan Pulau Sumbawa di sebelah barat laut, Pulau Flores di utara, Laut Timor di timur, dan Australia di selatan dan tenggara. Di Pulau Sumba, tepatnya di Kabupaten Sumba Barat Daya terdapat suatu pusat budaya Sumba yang dikenal sebagai Rumah Budaya Sumba. Tempat ini memiliki beberapa bangunan museum dan penginapan dengan arsitektur khas Sumba. Bentuk, arsitektur dan lanskap yang unik dapat meningkatkan daya tarik wisata. Keunikan dan kekayaan budaya yang berada di kawasan ini perlu dilestarikan. Namun, keadaan lanskap Rumah Budaya Sumba masih kurang mendukung sebagai lembaga studi dan pelestarian budaya, karena dapat dilihat dari lanskap yang sebagian besar didominasi dengan perkebunan kelapa dan aksesibilitas serta fasilitas yang ada kurang memadai. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengidentifikasi karakteristik tapak dan elemen-elemen lanskap budaya, menganalisis potensi dan kendala pada lanskap Rumah Budaya Sumba, serta membuat konsep dan mendesain lanskap Rumah Budaya Sumba agar meningkatkan jumlah pengunjung dan mendukung fungsinya sebagai lembaga studi dan pelestarian budaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah pendekatan pada empat aspek, yaitu biofisik, sosial, budaya, dan wisata. Metode tersebut dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu persiapan, inventarisasi, analisis dan sintesis, pembuatan konsep, desain dan gambar konstruksi, serta pembuatan laporan. Konsep dasar dari tapak tersebut ialah Edu-Culture Tourism Spcace, yaitu memanfaatkan sumberdaya yang telah ada menjadi ruang edukasi dan budaya sehingga membentuk alur wisata budaya. Sumberdaya yang ada yaitu, landform tapak yang datar, tanaman-tanaman khas Sumba seperti kelapa, bangunan dengan bentuk rumah adat Sumba, serta site structure berupa beberapa relief batu kapur yang memiliki simbol-simbol budaya Sumba. Konsep desain yang diaplikasikan pada tapak yaitu, mamuli. Mamuli merupakan salah satu simbol khas Sumba yang sangat dimuliakan. Bentuknya yang unik ditransformasikan ke dalam pola desain tapak, pola elemen keras dan pola penanaman vegetasi. Penelitian ini dibatasi sampai tahap penyusunan desain lanskap dengan hasil akhir berupa site plan dan dilengkapi gambar teknis yang dapat menjadi referensi dalam mendesain lanskap pada area Rumah Budaya Sumba. Kata kunci: Lanskap Budaya, Pusat Budaya, Wisata Budayaid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subjectLandscape Architectureid
dc.subjectCultural Landscapeid
dc.subject2018id
dc.subjectSumba, NTTid
dc.titleDesain Lanskap Rumah Budaya Sumba Nusa Tenggara Timurid
dc.typeOtherid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record