Show simple item record

dc.contributor.advisorBaskoro, Dwi Putro Tejo
dc.contributor.authorRuci, Arung Samudera Dewa
dc.date.accessioned2019-02-04T03:01:36Z
dc.date.available2019-02-04T03:01:36Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/96670
dc.description.abstractPengolahan tanah akan menghasilkan hubungan timbal balik antara tanah, dalam hal ini sifat fisik dan mekanik tanah dengan alat dan mesin pertanian. Alat dan mesin pertanian menyebabkan pengolahan tanah semakin cepat dan mudah. Penggunaan lahan yang berbeda dapat mempengaruhi sifat fisik tanah, sehingga konsistensi tanah di berbagai penggunaan lahan berbeda-beda. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji sifat-sifat fisik tanah yang mempengaruhi konsistensi seperti bobot isi, tekstur, dan kadar bahan organik tanah serta karakteristik konsistensi tanah pada lahan hutan sekunder, tegalan dan kebun campuran. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2017 - Juni 2018 yang terdiri dari pengamatan konsistensi di lapangan dan analisis sifat-sifat fisik tanah. Pengamatan konsistensi lapang dilakukan di Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Analisis sifat-sifat fisik tanah dilakukan di Laboratorium Fisika Tanah, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Dalam penelitian ini, pengukuran konsistensi diukur secara kualitatif dan kuantitatif. Pengukuran kualitatif dilakukan di lapang pada saat tanah dalam keadaan basah, lembab, dan kering. Sedangkan pengukuran kuantitatif dilakukan di laboratorium dengan menentukan batas mengalir, melekat, dan menggolek, sehingga dapat diperoleh nilai jangka olah dan indeks plastisitas tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar bahan organik tanah pada hutan sekunder lebih tinggi dibandingkan tegalan dan kebun campuran. Kandungan klei dan bobot isi di lahan tegalan lebih tinggi dibandingkan hutan sekunder dan kebun campuran. Konsistensi basah pada tegalan, kebun campuran, dan hutan sekunder masing-masing termasuk dalam kriteria sangat lekat, lekat, dan agak lekat. Konsistensi lembab semua penggunaan lahan termasuk kriteria teguh, kecuali tegalan yang masuk dalam kriteria sangat teguh. Pada keadaan kering, konsistensi tanah pada lahan tegalan sangat keras, sedangkan hutan sekunder dan kebun campuran termasuk dalam kriteria keras. Hasil penelitian di laboratorium menunjukkan jangka olah pada tanah tegalan, kebun campuran, dan hutan sekunder masing-masing sebesar 5,75 %, 10,59%, dan 11,34 %. Rendahnya nilai jangka olah dikarenakan oleh pengolahan yang intensif, sedangkan jangka olah tanah yang semakin kecil menyebabkan kadar air tanah pada selang yang sempit semakin sulit untuk diolah. Indeks plastisitas tanah pada tanah tegalan, kebun campuran dan hutan sekunder masing-masing sebesar 21,49%, 17,33%, dan 16,03%. Tingginya nilai indeks plastisitas dikarenakan oleh kandungan klei yang tinggi dan bahan organik yang rendah. Berdasarkan pengukuran konsistensi, lahan tegalan paling sulit diolah, sedangkan lahan hutan sekunder paling mudah diolah.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcSoil Scienceid
dc.subject.ddcSoil Structureid
dc.subject.ddc2017id
dc.subject.ddcBogor-Jawa Baratid
dc.titleKarakteristik Konsistensi Tanah Pada Berbagai Penggunaan Lahan di Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogorid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordndeks plastisitasid
dc.subject.keywordjangka olahid
dc.subject.keywordkonsistensi basahid
dc.subject.keywordkonsistensi lembabid
dc.subject.keywordkonsistensi keringid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record