Pengaruh Glifosat dan Fusilad sebagai Zat Pemacu Kemasakan pada Peragaan Produksi Tanaman Baru dan Ratoon Pertama Tanaman Tebu

Date
1995Author
Marpaung, Togar Gerhard
G. A. Wattimena
Nur, Moch. Anwar
Tjitrosemito, Soekisman
Lukman, Diah Ratnadewi
Manurung, Alexander
Metadata
Show full item recordAbstract
Penggunaan zat pemacu kemasakan merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan produktivitas tanaman tebu, khususnya produksi gula (sukrosa) pada lahan beriklim basah. Dari berbagai macam zat pemacu kemasakan, glifosat dan fusilad telah digunakan dalam jumlah yang besar pada tanaman tebu di berbagai Negara. Respon tanaman tebu terhadap zat pemacu kemasakan yang diberikan tergantung pada lingkungan, varietas, dan fase pertumbuhan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh glifosat dan fusilad sebagai zat pemacu kemasakan dengan berbagai dosis yang dikombinasikan dengan saat pemberian terhadap komponen produksi (rendemen, sukrosa, hablur, bobot, kemasakan, kosien peningkatan, kosien daya tahan, Hk, brix, pol, tinggi tanaman, diameter batang) dan pengaruhnya pada beberapa gula reduksi (glukosa, fruktosa) tanaman baru/plant cane, serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman ratoon berikutnya (perkecambahan, pertunasan, rendemen, sukrosa, bobot, jumlah batang, tinggi tanaman, diameter batang dan gula-gula reduksi (glukosa dan fruktosa).
Hasil-hasil penelitan di rumah kaca I, II dan percobaan di lapang pada tanaman baru/plant cane menunjukkan bahwa glifosat dan fusilad sebagai zat pemacu kemasakan ternyata dapat meningkatkan rendemen, brix, pol, sukrosa dan Hk. Sebaliknya, zat pemacu kemasakan tersebut menekan pertumbuhan vegetatif (bobot, diameter batang dan tinggi tanaman) serta menekan jumlah gula reduksi (fruktosa dan glukosa). Dari kedua zat pemacu kemasakan ini, ternyata glifosat lebih baik, dalam meningkatkan produksi gula dibandingkan fusilad, karena 4 minggu setelah aplikasi, tumbuh siwilan pada tanaman yang mendapat perlakuan dengan fusilad sehingga kadar sukrosa berkurang.

