Show simple item record

dc.contributor.advisorSunkar, Arzyana
dc.contributor.advisorSantosa, Yanto
dc.contributor.authorImantoko, Farras
dc.date.accessioned2019-01-18T01:49:14Z
dc.date.available2019-01-18T01:49:14Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/96083
dc.description.abstractPerubahan keanekaragaman jenis tumbuhan akibat kehadiran perkebunan kelapa sawit seringkali menyebabkan berubahnya pola kehidupan masyarakat sekitar. Kebiasaan masyarakat adat yang sering memanfaatkan jenis tumbuhan disekitarnya untuk bertahan hidup disinyalir mendapatkan pengaruh akibat perubahan tutupan lahan menjadi perkebunan sawit karena menyebabkan perubahan kondisi vegetasi yang ada. Hal tersebut sering kali dikaitkan dengan perubahan yang terjadi pada mata pencaharian masyarakat adat. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji persepsi masyarakat adat terhadap perolehan dan kehilangan jenis tumbuhan karena dibangunnya perkebunan kelapa sawit NTYE, pada bulan Maret 2018 di Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat. Data dikumpulkan melalui observasi lapang dan wawancara. Persepsi keseluruhan masyarakat Dayak dan Melayu (dua etnis asli Kalimantan Barat) menunjukkan hasil yang tidak jauh berbeda, untuk pernyataan terkait perubahan keanekaragaman jenis tumbuhan sejak hadirnya perkebunan sawit NTYE. Sebanyak 75% masyarakat Melayu merasa terjadi kehilangan dalam keanekaragaman jenis tumbuhan, sebaliknya 75.68% masyarakat Dayak merasa terdapat perolehan pada jenis tumbuhan berbunga dan tanaman fungsional lainnya. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kehadiran perkebunan sawit telah mengakibatkan perolehan jenis tumbuhan sebesar 27% dan kehilangan tumbuhan sebesar 73%. Khusus spesies tumbuhan obat dan pangan, spesies yang hilang dapat digantikan dengan obat-obatan dari fasilitas kesehatan dan bahan pangan dari pasar. Bagi masyarakat Dayak dan Melayu, perubahan tersebut tidak memberikan perubahan yang berar ti karena pola kehidupan mereka sudah mengalami perubahan dari kehidupan subsisten ke semi pasar atau pasar yang menunjukkan adanya penurunan ketergantungan terhadap alam dalam memenuhi kebutuhan harian. Peubah yang memengaruhi persepsi pada masyarakat Dayak meliputi pendidikan, anggota keluarga, pendapatan dan pekerjaan, sedangkan pada masyarakat Melayu meliputi umur, anggota keluarga dan pekerjaan.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agriculture University (IPB)id
dc.subject.ddcForest Conservationid
dc.subject.ddcPlant Diversityid
dc.subject.ddc2018id
dc.subject.ddcKalimantan Baratid
dc.titlePersepsi Masyarakat Adat Terhadap Perolehan dan Kehilangan Jenis Tumbuhan di Sekitar Perkebunan Sawit NTYE, Provinsi Kalimantan Barat.id
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordperolehan dan kehilangan jenis tumbuhanid
dc.subject.keywordperkebunan sawitid
dc.subject.keywordmasyarakat adatid
dc.subject.keywordKalimantan Baratid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record